PALI, Sumselupdate.com –Tak terima dipukul di depan umum, Arif Sanjaya (17) remaja yang masih duduk di kelas XI SMK yang tinggal di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI membacok Arfan (17), warga desa yang sama.
Akibat insiden tersebut, korban Arfan mengalami luka bacok di bagian wajah dan tangan hingga urat tangan sebelah kiri putus.
Bacokan tersebut membuat Arfan harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan. Sementara pelaku Arif berhasil diamankan jajaran Polsek Penukal Abab.
Dari keterangan Giran, salah satu warga sekitar bahwa insiden itu terjadi pada Senin (25/7) ketika salah satu warga menggelar hajatan dengan dihibur orgen tunggal.
Namun di tengah suara orgen tunggal, pelaku memanggil korban yang saat itu berada di atas panggung dengan melambaikan tangannya.
“Memang ada masalah sebelumnya, di mana si pelaku Arif pernah melempar ponakan korban dengan batu hingga luka. Nah, ketika dipanggil itu, pelaku turun dari panggung dan menghampiri korban, tapi tiba-tiba korban memukul wajah pelaku. Mungkin tidak terima atau malu di depan orang banyak diperlakukan demikian, pelaku langsung mencabut sebilah parang yang terselip di pinggangnya lalu membacokan ke arah muka korban,” jelasnya kepada sejumlah media, Sabtu (30/7).
Kapolres Muaraenim AKBP Hendra Gunawan SIK melalui Kapolsek Penukal Utara AKP Salahuddin Deni NS membenarkan adanya insiden tersebut dan telah berhasil mengamankan pelaku.
“Pelaku sudah berhasil kita amankan, namun pelaku maupun korban masih sama-sama dibawah umur. Kami sarankan agar kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kapolsek.
Dijelaskanya, barang bukti erupa sebilah parang ikut juga diamankan. “Pelaku masih kita tahan di Mapolsek Penukal Abab, selanjutnya menunggu keputusan kedua belah pihak. Namun apabila tidak ada jalan temu, terpaksa kita naikkan ke ranah hukum dengan ancaman sesuai pasal 351 KUHP,” ungkapnya. (adj)











