Sumsel ‘Launching’ Gerakan Bahasa Isyarat

Minggu, 18 Desember 2016
Plt Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda menyampaikan sambutan dalam launching gerakan bahasa isyarat Goes Kampus di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Gerakan Untuk Kesejahteran Tuna Rungu (Gerkatin)  dan Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Kota Palembang bekerja sama dengan Pemprov Sumsel,  Bank BTN Cabang Palembang serta Fakultas Adab dan humaniora UIN Raden Fatah Palembang me-launching gerakan bahasa isyarat Goes Kampus pada Sabtu (17/12/2016).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Raden Fatah Palembang, dibuka Plt Dinas Sosial Sumsel Belman Karmuda.

Bacaan Lainnya

Hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua PWNU Sumsel, Hernoe Roesprijadji, dosen BSA UIN RF Palembang, Dolla Sobari, dan para tamu undangan lainnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda mengatakan, Gerkatin merupakan organisasi kepemudaan yang sangat solid, walaupun mereka penyandang disabilitas, namun mampu dan dapat berkomunikasi dengan sangat baik dengan orang normal dengan mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo).

“Potensi mereka bisa disalurkan jika mereka dapat berkomunikasi, bagaimanapun juga mereka punya hak dalam kesetaraan, mereka dan kita adalah setara,” katanya.

Belman berharap, agar pemerintah dan seluruh instansi dapat memberikan suport agar para penyandang disabilitas khususnya penyandang tuna rungu mampu menonjolkan kelebihan mereka.

“Setiap kekurangan yang ada, pasti Allah SWT juga memberikan kelebihan yang luar biasa, contohnya mereka ini. Saya juga mohon bantuannya agar lebih banyak lagi para sukarelawan yang akan membantu penyandang disabilitas ini,” katanya.

Brand Manager Bank Bank Tabungan Negara (BTN), Andrian Syahbandi mengaku, akan memberi suport dan memberikan gratis pembukaan rekening tabungan, serta ATM kepada pengurus Gerkatin dan para mahasiswa.

“Melalui acara ini juga BTN mencoba menggugah masyarakat maupun perguruan tinggi lainnya untuk sama-sama membantu anak-anak tunarungu ini. Serta ke depan, insya Allah kita juga akan terus bersinergi bersama Gerkatin,” katanya.

Ketua pelaksana Wawan Setiawan menyatakan  bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh semua orang untuk berinteraksi sosial satu dengan lainnya.

Tak terkecuali bagi penyandang tuli di Kota Palembang khususnya dan daerah-daerah lain seluruh Indonesia bahkan dunia.

“Acara ini diselenggarakan di tengah minimnya pelatihan dan sosialisasi bahasa isyarat maka diskriminasi bagi penyandang tuli terus terjadi. Hak-hak mereka yang meliputi hak pendidikan,  lapangan kerja dan pelayanan publik lainnya sering kali terkendala,” katanya. (ery)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.