Palembang, Sumselupdate.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Irjen Polisi Agung Budi Maryoto menyampaikan, berkaca dari pengungkapan kasus-kasus teroris di Indonesia, dimana pelakunya sudah terlebih dahulu menetap baru kemudian masyarakat mengetahui keberadaannya.
Atas dasar itu, guna mencegah terjadinya aksi radikalisme khususnya di Kota Palembang, maka Polri, TNI dan Pemkot setempat menggelar apel bersama, di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis (9/2/2017).
“Tiga pilar ini harus solid jadi ketika ada laporan dari warga langsung dicek ke lapangan, dan dapat segera diambil tindakan dari pihak kepolisian, sehingga langkah preventif lebih baik dari represif,” ujar Kapolda usai memimpin apel tersebut.
Menurutnya tiga pilar juga mengantisipasi terjadinya aksi tawuran antar warga, potensi pertengkaran antar kelompok tertentu. Ke depan, dengan adanya tiga pilar ini dirinya berharap permasalahan sekecil apapun di kalangan masyarakat, dapat diselesaikan sehingga tidak meluas dengan cepat.
“Dari struktur, memang sudah ada. Tetapi kita perlu tingkatkan sinergi antar mereka. Agar, tugas di wilayah masing-masing terselesaikan, dan mereka harus peka terhadap situasi yang berkembang di wilayah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Walikota Palembang Harnonyo menambahkan, pihaknya juga berharap dengan adanya pertemuan silaturahim anggota dalam satu wadah tiga pilar ini, keamanan dan kenyamanan warga Palembang, dapat terdeteksi dengan cepat.
“Sejauh ini keamanan dan ketertiban di Koa Palembang, cukup kondusif dan hal ini terus akan dipertahankan dan dijaga. Apalagi Palembang, akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” kata Harno. (ery )











