Siswa dari Lima Sekolah di OKU Terlibat Tawuran

Senin, 8 Agustus 2016
Para pelajar saat diamankan petugas kepolisian

Baturaja, Sumselupdate.com -Aksi tawuran antar-pelajar kembali terjadi. Kali ini tawuran siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melibatkan lima sekolah masing-masing SMA Sentosa Bhakti, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Baturaja, SMA Kader Pembangunan, SMKN 3, dan SMA Trisakti.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (8/8) sekitar pukul 12.40 tersebut menghebohkan warga yang tinggal di Jalan MH Thamrin depan Lr Saputra, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur tempat berlangsungnya tawuran.

Read More

Belum diketahui pasti penyebab adu jontos para pelajar ini. Namun menurut informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan jika permasalahanya lantaran bersenggolan antar dua siswa di sekolah SMA Sentosa Bhakti

Saat ini, pihak kepolisian dan anggota TNI telah mengamankan puluhan siswa yang diduga ikut terlibat. “Kita masih amankan dan anggota masih mencari beberapa siswa yang terlibat,” ucap Kapolsek Baturaja Timur AKP Saharudin.

Pantauan di lapangan, puluhan siswa ini diamankan di sekolah Sentosa Bhakti dan kini masih diberi pengarahan oleh Kabag Ops Polres OKU. Polisi mengamankan puluhan sabuk atau ikat pinggang pelajar yang tawuran. Selain itu ada juga gunting milik pelajar.

Kepala Dinas Pendidikan OKU, H Mahyuddin Helmi didampingi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, SMA Sentosa, Tolib saat dikonfirmasi menjelaskan, tawuran itu berawal dari murid SMA Sentosa yakni, Me siswa SMA Sentosa kelas X B dengan Ir kelas X A, yang terjadi pada 4 Agustus lalu.

Saat itu, Ir dan Me bersenggolan dan sempat ribut. Namun kata dia, hal itu sebenarnya sudah diselesaikan oleh pihak sekolah. “Mengenai bisa berlanjut hari ini rupanya Me ada saudara di MAN, sehingga terjadi perkelahian di jalan dan melibatkan 5 sekolah,” katanya.

Saat ini , pihak kepolisian dan anggota TNI telah mengamankan puluhan siswa yang diduga ikut terlibat. Para pelajar yang terlibat ini akan dipanggil orang tuanya dan kepala sekolah masing-masing.

“Akan kita bina  siswanya dan orang tuanya kita panggil. Nanti masing-masing siswa akan kita minta membuat surat pernyataan tertulis bermaterai. Jika masih saja melakukan hal sama akan kita sanksi dengan aturan yang berlaku,” ungkapnya. (yan)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts