Sisakan 4 Sandra, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp6 Miliar Per Kepala

Selasa, 13 Desember 2016
Ilustrasi Penculikan

Jakarta, Sumselupdate.com – Meski dua Sandra telah dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf, namun pekerjaan pemerintah Indonesia belum sepenuhnya tuntas.

Sebab masih terdapat empat orang WNI lagi yang masih diculik kelompok bersenjata itu. Mereka semuanya disandera saat berada di perairan Sabah.

Read More

Menurut Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, tim gabungan difokuskan melakukan pembebasan 4 orang tersebut.

Pembebasan kali ini menemui tantangan berbada. Pasalnya, Abu Sayyaf tidak berkomunikasi dengan pemilik kapal ikan tempat para WNI bekerja. “Masih ada kontak mereka memilih melakukan kontak dengan keluarga,” ucap Iqbal dikutip dari liputan6.com, Kamis (13/12/2016).

Komunikasi panyandera dengan keluarga saat ini coba mereka cegah. Pemerintah menginginkan agar para penyandera untuk melakukan komunikasi dengan pemilik kapal agar lebih mudah melakukan negosiasi. “Kita coba untuk lokalisir dengan keluarga tapi dengan pemilik gitu,” paparnya.

Untuk masalah tebusan, Iqbal menyatakan dari informasi yang ia terima kelompok Abu Sayyaf meminta jutaan ringgit. “Mereka minta 2 juta ringgit per orang. Uang 2 juta ringgit itu sekitar Rp 6 miliar per orang,” tambah dia.

Iqbal memastikan, Pemerintah Indonesia sama sekali tidak akan membayar sepeser pun uang kepada para penyandera. Jalur diplomasi akan dipakai demi membebaskan seluruh sandera. “Kalau kita mau melakukan pembebasan dengan tebusan nggak harus selama ini. Sebulan selesai,” pungkas dia. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts