Sidang Lanjutan Kasus Dugaan Gratifikasi Bupati Muaraenim, Jaksa KPK Tuntut 4 Tahun Penjara Untuk Elvin Muchtar

Selasa, 7 April 2020
Suasana sidang pembacaan vonis

Palembang, Sumselupdate.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riyadi, SH, menuntut terdakwa Elvin A Muchtar, mantan PPK dinas PUPR empat tahun penjara dengan denda Rp200 juta subsider 6 bulan.

Tuntutan jaksa KPK ini dibacakan dalam persidangan dugaan gratifikasi 16 paket proyek senilai Rp132 miliar yang menjerat mantan Bupati Muaraenim yakni Ahmad Yani dan PPK dinas PUPR Elfin A Muchtar serta terpidana Robi di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Palembang, Selasa (7/4/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam sidang itu, Jaksa KPK meminta terdakwa mengganti kerugian negara sebesar Rp300 juta. Apabila tidak dibayar maka akan dikenakan penjara selama 8 bulan.

Dijelaskannya juga bahwa hal hal yang meringankan terdakwa ialah selama mengikuti sidang terdakwa bersikap sopan dan jujur serta menyesali perbuatannya.

Sementara hal yang memberatkan pelaku ialah  pelaku terbukti melakukan tindak korupsi sebagaimana yang dijelaskan dalam pasal 12 huruf A UU NO 31 tahun 1999  dan telah diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Usai mendengar tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai Erma Suharti, SH menunda jalannya persidangan hingga pekan depan guna memberikan kesempatan bagi terdakwa melalui penasehat hukumnya, untuk menyiapkan nota pembelaan atau pledoi pada persidangan selanjutnya.

“Saudara dengar? Jadi tuntutan anda seperti yang dikatakan Jaksa Penuntut Umum, kami memberi saudara kesempatan¬† waktu 1 minggu untuk tindakan selanjutnya bersama penasehat hukum saudara,” ujar Erma.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, H Gandi Arius menyatakan pihaknya telah menerima dan akan menelaah tekait hukuman yang diberikan terhadap klaiennya.

“Akan kita pelajari dulu untuk satu minggu depan dan akan mengajukan pledoi di minggu yang akan datang.Tunggu saja ya nanti kami akan ajukan pledoi di sidang depan,” terangnya.

Namun dinyatakannya juga bahwa ia merasa senang lantaran Justice Colaborator (JC) yang diajukan pihaknya terhadap JPU diterima dengan baik.

“Iya tuntutan ini kami terima, kami juga senang karena JC yang kami ajukan diterima dengan baik oleh pihak JPU,” terangnya.

Sedangkan, JPU Roy Riyadi mengatakan, bahwa atasannya sangat mengapresiasi terhadap terdakwa Elvin karena telah jujur dan JC yang diajukan Elvin telah disetujui oleh pimpinan.

“Iya, jadi itu tadi tuntutannya dan atasan kami juga mengapresiasi karena telah jujur selama persidangan. Kalau untuk JC sendiri sudah disetujui oleh pimpinan,” tutupnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.