Sidang Dugaan Korupsi 16 Paket Proyek, Kuasa Hukum Terdakwa Sebut JPU Makin Kehilangan Arah

kuasa hukum terdakwa Juarsah, Saipuddin Zahri SH MH di dampingi Daud Dahlan SH MH, pihaknya menilai pada persidangan kali ini JPU KPK makin kehilangan arah.

Palembang, Sumselupdate.com – Sidang lanjutan dugaan  korupsi 16 paket proyek di Kabupaten Muaraenim, yang menjerat Bupati Muaraenim nonaktif Juarsah, kembali jalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak kontraktor.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan langsung saksi dihadapan dihadapan majelis hakim yang diketahui Sahlan Effendi SH MH, di PN Tipikor Palembang, kamis (16/9/2021).

Read More

Saksi Syafaruddin alias Iwan Rotari mengatakan, dirinya benar memberikan uang sebesar Rp1 miliar Elfin MZ Muchtar (Terpidana).

Iwan Rotari adalah pemenang empat paket proyek di Kabupaten Muaraenim dengan nilai kontrak sebesar Rp25 miliar. Dari Rp25 miliar tersebut, Elfin meminta fee sebesar 10 persen dari nilai kontrak yakni sebesar Rp2,5 miliar.

Namun dalam keterangannya dirinya hanya menyanggupi 1 miliar rupiah, untuk administrasi. Uang Rp1 miliar tersebut, diberikannya dengan cara mencicil. Untuk yang pertama Rp500 juta, dan kedua Rp500 juta. Uang-uang tersebut diberikannya pada terpidana Elfin MZ Muchtar.

Dikonfirmasi pada JPU KPK, Rikhi B Maghaz mengatakan, jika keterangan saksi Iwan Rotari memiliki sinkronisasi pada keterangan saksi terpidana Elfin MZ Muchtar yang dihadirkan pada sidang sebelumnya.

“Saksi Iwan Rotari membenarkan jika ada memberi uang ke Elfin sebesar 1 miliar. Uang tersebut yang dikatakan Elfin dalam persidangan 500 untuk kegiatan pileg istri terdakwa Juarsah dan 500 untuk bulan puasa dan idul fitri,” ujar JPU KPK, Rikhi yang diwawancarai usai persidangan, Kamis (16/9/2021).

Namun, dalam persidangan, Syafaruddin  mengatakan, tidak tahu uang itu digunakan untuk apa. Yang pasti uang itu diserahkanhnya pada Elfin MZ Muchtar.

“Yang jelas uang itu terkait proyek, yang diberikan oleh Saksi terpidana Elfin pada terdakwa Juarsah,” jelas Rikhi.

Sementara itu, dikonfirmasi pada kuasa hukum terdakwa Juarsah, Saipuddin Zahri SH MH di dampingi Daud Dahlan SH MH, pihaknya menilai pada persidangan kali ini JPU KPK makin kehilangan arah.

“Dalam sidang tadi kita dengar sendiri, ternyata pada keterangannya Saksi Iwan Rotari tidak tahu uang yang dimaksudkan kemana larinya. Apakah uang itu untuk istri terdakwa mencalonkan diri, ataupun termasuk uang thr dan lainnya,” ujar Saipuddin yang diwawancara awak media usai sidang.

Dirinya menjelaskan, dari saksi yang dihadirkan pada persidangan ini, pihaknya menilai dan semakin yakin jika dakwaan dan kedua pada Juarsah tidak dapat dibuktikan.

“Ini masih berdasarkan katanya saja. Yang kata Elfin uang yang diminta Rp2,5 miliar, sedangkan dalam dakwaan hanya Rp1 miliar, untuk THR dan lainnya. Maka kami makin bingung, untuk apa mengajukan saksi-saksi ini dihadirkan dalam persidangan,” tanya Saipuddin.

Berdasarkan hal itu pula, pihaknya menilai JPU makin kehilangan arah dalam membuktikan dakwaan pasal komulatif dan kedua pada terdakwa Juarsah.

“Nanti, kami akan hadirkan saksi ahli untuk memberikan keterangannya. Kita lihat apakah benar klien kami ini melakukan kesalahan, seperti yang didakwakan,” tutupnya.  (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.