SFC Sebut Umuh Muchtar Tidak ‘Gentle’

Faisal Mursyid

Palembang,Sumselupdate.com – Laga Sriwijaya FC kontra Persib Bandung yang berakhir dengan kemenangan telak 3-0 untuk tuan rumah masih berbuntut panjang.

Pernyataan manajer Maung Bandung (julukan Persib-red) Umuh Muchtar yang menyebut adanya kesepakatan antara wasit yang memimpin pertandingan yaitu Fariq Hitaba dengan Sriwijaya FC memantik amarah keras dari manajemen laskar wong kito.

Bacaan Lainnya

“Tidak sepatutnya tokoh sepakbola sekelas Umuh Muchtar melontarkan pernyataan seperti itu dan kami sangat menyayangkan nya. Seharusnya beliau melihat kembali rekaman pertandingan dan protes sesuai jalurnya ke Komdis TSC,” ungkap sekretaris PT SOM, Faisal Mursyid saat dihubungi, Selasa (13/9/2016).

Selain itu, tudingan adanya kesepakatan antara SFC dengan wasit juga diakuinya sebagai fitnah dan harus dibuktikan oleh Umuh Muchtar.

“Semua yang menonton pertandingan kemarin rasanya melihat bagaimana SFC meraih kemenangan dengan cara kesatria, melalui perjuangan keras dan semua gol nya pun bersih,” kata dia.

Achmad Haris, selaku Sekretaris Sriwijaya FC juga melontarkan kritik keras untuk Umuh Muchtar terkait pernyataannya ini.

“Saat di lapangan, dia bertemu saya dan berkata bahwa kedua tim dirugikan oleh wasit. Mari kita hormati dan jangan mencari kesalahan, apalagi sampai menuding,” tandasnya.

Menurutnya tuduhan kesepakatan dengan wasit, mengapa tidak disampaikannya saat jumpa pers usai pertandingan di Palembang. “Harusnya gentleman,” keluhnya.

Dirinya mengatakan, selama ini SFC mencoba menghormati fair play saat berlaga di kompetisi TSC 2016. Seperti hal nya saat kalah dari Semen Padang dan Persegres, pihaknya tidak melakukan protes.

“Tidak, karena memang performa tim tidak bagus, baru saat di Bali kami melakukan protes dan melalui mekanisme yang resmi yakni bikin surat ke Komdis disertai bukti rekaman video,” tambahnya.

Dirinya menolak anggapan bahwa tim yang melakukan protes jika hanya menerima kekalahan saja. Sebab seperti saat melawan Persija Jakarta yang berakhir kemenangan, SFC tetap memprotes wasit karena mengabaikan penalti untuk Beto.

“Begitu juga saat menang telak 6-1, kami juga mengirim surat karena adanya KK aneh untuk Beto sehingga yang bersangkutan terkena akumulasi di partai selanjutnya melawan Arema, dan terakhir sewaktu imbang dengan PBFC, kami jelas mempertanyakan pergantian wasit saat pertandingan. Sekarang kami menunggu kelanjutan pernyataan Umuh yang menyebut adanya kesepakatan antara wasit kemarin dengan SFC,” tegasya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.