Selama Periode Juli-Agustus, 22 Tersangka Karhutla Ditangkap

DIAMANKAN-Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel mengamankan 22 pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com-Selama periode Juli-Agustus 2020, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel dan Polres jajaran Polda Sumsel menangkap 22 orang pelaku pembakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Bacaan Lainnya

“Setidaknya ada 22 orang pelaku pembakaran lahan di Sumsel ditangkap Polda Sumsel dan Polres jajaran Polda Sumsel. Mereka ditangkap dalam kurun waktu Juli hingga Agustus 2020. Ada 20 Laporan polisi yang ditangani,” ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Selasa (1/9/2020).

Dari dari 20 laporan polisi dengan 22 orang yang ditangkap, satu diantaranya terkait dengan kebakaran lahan di lokasi dekat ruas jalan Tol Palembang-Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel.

 

“Pembakaran lahan di dekat Jalan Tol Palindra juga sudah ditangani. Kasusnya ditangani Satreskrim Polres Ogan Ilir, ada pelakunya,” tambah Supriadi.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Sumsel H Anton Setiyawan, SIK, SH, MH, menambahkan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditangani Ditreskrimsus Polda Sumsel tersebar di enam wilayah, yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Musi Banyuasin, dengan total 25 hektare.

“Kasus Karhutla terbanyak berada di wilayah hukum Banyuasin, di sana ada lima laporan polisi dan sudah diproses,” kata Anton.

Barang bukti yang digunakan para tersangka untuk membakar hutan dan lahan.

 

Dikatakan Anton, sebagai langkah antisipasi terhadap wilayah rawan Karhutla, pihaknya telah melakukan sosialisasi lewat perangkat desa hingga Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

“Lahan yang terbakar rata rata lahan kosong tidak bertuan. Masyarakat kami imbau untuk menjaga, mencintai dan menyayangi lingkungan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Untuk 22 orang tersangka dijerat dengan pasal 108 Jo pasal 69 huruf a Undang-Undang RI Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman paling singkat tiga tahun dan paling lama sepuluh tahun.

“Serta denda paling sedikit Rp10 miliar atau Pasal 187, Pasal 188 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling singkat dua belas tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.