Satu Lagi, Pelaku Begal Sadis yang Menewaskan Anggota Karang Taruna di Empat Lawang Tersungkur Didor!

Tersangka Yogi Saputra alias Yogi Meri saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Besemah Kota Pagaralam, Kamis (31/12/2020).

Laporan: Novrico Saputra

Empat Lawang, Sumselupdate.com – Kasus terbunuhnya Supriyaki (21), anggota Karang Taruna Desa Nanjungan, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, akhirnya terungkap sudah.

Bacaan Lainnya

Ini setelah kedua pelaku begal sadis hingga membuat nyawa Supriyaki melayang, dijebloskan ke dalam sel tahanan.

Dari kedua pelaku, satu di antaranya menyerahkan diri. Tersangka itu adalah Yogi Arianda alias Yogek (22), warga Desa Muara Karang Kecamatan Pendopo Kabuapten Empat Lawang.

Yogek diantar pihak keluarga ke Polsek Pendopo Kabupaten Empat Lawang pada Senin (28/12/2020) sekitar pukul 21.10 WIB.

Sedangkan satu rekannya adalah Yogi Saputra (24) alias Yogi Meri, warga Desa Muara Pinang Lama, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, dipaksa mencicipi panasnya mesiu peluru.

Tersangka Yogi Meri disergap anggota Reskrim Polsek Pendopo dipimpin Kapolsek Pendopo, AKP Herry Widodo, SH dan Kanit Reskrim Ipda Ibrahim Akil, SH, MSi beserta anggota.

Yogi Meri ditangkap saat berada di Jalan Pasar Pino, Kecamatan Manak, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Kamis (31/12/2020), sekitar pukul 02.00 WIB.

Tersangka Yogi Saputra alias Yogi Meri saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Besemah Kota Pagaralam, Kamis (31/12/2020).

Dalam penangkapan tersebut, tersangka Yogi Meri melakukan perlawanan, sehingga aparat terpaksa melakukan tindakan terukur.

Pelaku dipaksa mencium bumi setelah kaki kanannya ditembus timah panas yang dilepaskan aparat penegak hukum.

Tersangka sempat dibawa ke RSUD Besemah Kota Pagaralam untuk dilakukan tindakan medis.

Selanjutnya tersangka langsung dibawa dan diamankan ke Polres Empat Lawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Empat Lawang melalui Kapolsek Pendopo, AKP Herry Widodo, SH mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 365 ayat 3 KUHP jo 338 KUHP Jo 339 KUHP mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan atau pembunuhan, dengan ancaman 15 tahun penjara.

Dalam kasus ini menurut Kapolsek, pihaknya mengamankan satu lembar baju kaos warna merah milik korban dengan kondisi berdarah dan berlubang di bagian dada sebelah kiri.

Satu unit sepeda motor milik korban merek Honda Revo warna hitam silver Nopol BD 2407 NN dan satu unit motor milik pelaku mereka Honda Beat warna hitam Nopol BG 6850 ET.

Kasus perampokan disertai pembunuhan yang menimpa Suprayuki terjadi pada Sabtu (26/12), sekitar pukul 17.30 WIB.

Tersangka Yogi Arianda alias Yogek diamankan di Mapolres Empat Lawang.

Perampokan ini bermula korban bersama teman karang taruna warga Desa Najungan, Kecamatan Pendopo hendak pulang ke rumah dari Desa Muara Pinang menuju Desa Nanjungan, setelah melakukan kegiatan mengumpulkan dan memberikan sumbangan kepada korban kebakaran.

Saat berada di Desa Muara Karang, sepeda motor korban dipepet kendaraan roda dua yang dinaiki tersangka Yogi Arianda dan rekannya.

Pada saat itu, kedua pelaku berhasil merampas handphone korban. Namun saat hendak kabur menuju arah Pendopo, sepeda motor kedua pelaku dikejar korban.

Nah, saat di simpang Muhamadiyah Desa Muara Karang, sepeda motor korban dan pelaku menabrak mobil yang tengah parkir.

Ketiganya pun terjatuh dari sepeda motor. Nahas bagi korban, saat hendak bangkit, dada kirinya ditusuk salah seorang pelaku.

Usai menikam korban, kedua pelaku kabur ke dalam komplek SD Muhammadiyah. Melihat seterunya melarikan diri, korban yang dadanya mengalami luka tikaman masih sempat mengejar kedua pelaku.

Namun diduga karena banyak mengeluarkan darah, sampai di depan gerbang SD Muhammadiyah, tubuh korban akhirnya ambruk.

Oleh warga korban sempat dibawa ke Klinik Dzahira Medika Pendopo. Namun parahnya luka tikaman di dada kirinya, membuat korban menggembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.