Palembang, Sumselupdate.com – Konten ‘Tragedi Rendang Hilang’ milik Willie Salim tampaknya sangat mencoreng wajah dari masyarakat Kota Palembang.
Terbukti Front Rakyat Jaga Palembang (FRJP) melakukan aksi simpati dengan menggalang petisi tanda tangan warga Palembang untuk menjaga marwah dan nama baik Kota Palembang, Selasa (25/3/2025).
Aksi simpati yang bertujuan untuk mengecam konten Willie Salim itu berlangsung, di pelataran Kambang Iwak Park, petang kemarin.
Meski beberapa kalangan mulai dari praktisi hukum, tokoh masyarakat, hingga konten kreator lokal telah membawa perkara tersebut ke ranah pidana.
Fakta bahwa imbas konten rendang hilang membuat kecewa warga Palembang. Itu tercermin dengan partisipasi anak muda sebaya Willie Salim, yang rupanya begitu antusias menandatangani petisi tersebut.
FRJP yang menginiasi petisi menilai konten Willie Salim itu telah mengganggu ketentraman warga Kota Palembang.
Canrda Anugrah, SH selaku juru hubung FRJP menyoroti tentang kecerobohan Willie Salim yang berdampak pada tercorengnya nama baik Kota Palembang yang beredar di media sosial, bahkan menjadi bahan olok-olokan.
Candra menyebut sejak awal konten itu dinilai tanpa persiapan, Willie seolah hanya memikirkan popularitasnya tanpa mempertimbangkan bahwa imbas kontennya itu hanya menampar wajah warga Kota Palembang.
“Aksi masak besar tersebut mengundang kerumunan besar tanpa pengaturan yang layak dan menunjukkan sikap ceroboh dari pihak penyelenggara,” ujar Candra.
Terlebih kekacauan semakin bertambah ketika padamnya penerangan di lokasi acara menyebabkan kerumunan masyarakat berebut untuk mendapatkan hidangan rendang.
Puncaknya, saat terjadi kericuhan, Willie Salim bersama kru-nya justru meninggalkan lokasi, sehingga memperburuk situasi.
Tindakan ini dianggap sebagai bentuk ketidakprofesionalan dan niat untuk menciptakan kegaduhan demi meraih popularitas.
FRJP menyatakan tindakan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, akan tetapi juga mencoreng citra Kota Palembang yang dikenal dengan keramahan dan kedamaian.
“Kami menuntut agar Willie Salim segera ditangkap atas kerusuhan yang telah ditimbulkan. Peristiwa ini jelas merupakan penyalahgunaan pengaruh sebagai content creator untuk kepentingan pribadi,” tegasnya kembali.
Lebih lanjut FRJP khawatir aksi serupa akan terus dilakukan oleh Willie Salim untuk meraih perhatian netizen.
“Kejadian ini juga mengingatkan pada aksi serupa yang dilakukan Willie pada tahun sebelumnya, ketika ia mengklaim kehilangan barang berharga di Bali. Kejadian-kejadian tersebut menambah kesan bahwa Willie Salim sengaja menciptakan sensasi demi kepentingan pribadi,” tegas Candra.
Sebagai langkah antisipasi, FRJP menyerukan masyarakat untuk tetap waspada terhadap konten-konten yang hanya berorientasi pada sensasi, yang dapat merusak kedamaian dan keharmonisan kota-kota yang didatangi Willie Salim.
Mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat Palembang untuk bersatu mendukung upaya-upaya positif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bersama dan menolak segala bentuk aksi yang menimbulkan keresahan.
“Peristiwa ini adalah pelajaran penting bahwa tidak semua konten yang viral memberikan manfaat positif bagi masyarakat,” tutupnya.











