Ngaku Nyaris Dibacok Tiga Pria Bersenjata Parang, Warga Ogan Ilir Minta Polda Sumsel Bertindak

Writer: - Senin, 20 Juli 2026
Cuplikan rekaman CCTV yang menjadi salah satu bukti dalam laporan dugaan pengancaman memperlihatkan suasana di lokasi kejadian sesaat sebelum keributan terjadi di Warung Bunda Amik, Palembang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Edy Elson (48), mengaku nyaris menjadi korban pembacokan oleh tiga pria, dua di antaranya disebut membawa senjata tajam jenis parang, di sebuah warung di Jalan Angkatan 45, Kelurahan Lorok Pakjo, Kota Palembang.

Merasa keselamatannya terancam, korban melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polda Sumsel. Edy Elson (48), warga Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman pembunuhan ke SPKT Polda Sumsel setelah mengaku diancam menggunakan senjata tajam oleh tiga pria di Kota Palembang.

Read More

Peristiwa tersebut terjadi di Warung Bunda Amik, Jalan Angkatan 45, Kelurahan Lorok Pakjo, Palembang, pada Jumat (10/7/2026).

Menurut keterangan Edy, permasalahan bermula ketika dirinya diminta oleh seorang perempuan bernama Amik untuk mendampinginya mendatangi rumah pria berinisial AL. Kedatangan mereka bertujuan menanyakan perkembangan penyelesaian persoalan hukum yang sebelumnya telah dikuasakan kepada rekan AL.

“Saya diminta Buk Amik untuk mendampinginya mendatangi kediaman AL guna menyelesaikan permasalahan proses hukum kerabat kami yang sebelumnya dikuasakan kepada rekan AL,” ujar Edy.

Edy menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan upaya mediasi terhadap perkara dugaan tindak pidana narkotika yang menjerat salah satu kerabatnya.

Saat tiba di rumah AL, kata Edy, mereka hanya bertemu seorang anak yang diperkirakan berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun. Anak tersebut mengatakan bahwa ayahnya tidak berada di rumah.

“Saya sempat bercanda bertanya kepada anak itu, ‘Adik tidak bohong kan?’. Lalu dia menjawab kalau disuruh ayahnya. Tidak lama kemudian ibunya memanggil anak itu dengan nada tinggi agar segera masuk ke dalam rumah,” ungkapnya.

Karena tidak berhasil bertemu AL, Edy dan Amik memutuskan kembali ke warung milik Amik. Namun di tengah perjalanan, AL disebut menghubungi Amik melalui telepon dan meminta agar mereka menunggunya karena sedang menuju lokasi.

Menurut Edy, dalam percakapan telepon tersebut, AL juga diduga melontarkan ancaman akan membunuh dirinya.

Sekitar 15 menit kemudian, AL datang ke warung bersama dua pria lainnya menggunakan sebuah mobil.

“Begitu turun dari mobil, AL langsung membawa parang dan berteriak ke arah saya. Dia marah karena menganggap saya menuduh anaknya berbohong soal keberadaannya,” kata Edy.

Edy mengaku sempat menghindar saat AL mendekatinya sambil membawa senjata tajam.

“Dia berkata, ‘Kau ngomong apo ke anak aku? Agek kukapak kau’,” tutur Edy menirukan ucapan terduga pelaku.

Ia juga menyebut salah seorang rekan AL turut membawa senjata tajam sejenis parang.

Beruntung, aksi tersebut berhasil dilerai oleh Amik bersama istri korban sebelum terjadi kekerasan fisik.

Peristiwa itu juga disaksikan oleh anak korban yang berada di sekitar lokasi dan disebut mengalami ketakutan melihat insiden tersebut.

Merasa keselamatannya terancam, Edy kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polda Sumsel atas dugaan tindak pidana pengancaman.

“Saya hanya berharap pihak kepolisian segera bertindak dan mengusut kasus ini hingga tuntas tanpa pandang bulu. Saya ingin mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya saat dikonfirmasi menyatakan akan terlebih dahulu mengecek laporan yang dimaksud.

“Kita cek lebih dulu,” singkat Nandang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait dugaan pengancaman tersebut.

Sumselupdate.com tetap berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak yang bersangkutan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts