Palembang, Sumselupdate.com – Seorang ayah bernama Aang (41) mendatangi ruang SPKT Polrestabes Palembang pada Senin (24/11/2025) untuk melaporkan kasus pembacokan yang menimpa anaknya, Hendri Yadi (16).
Aang, warga Jalan Faqih Usman, Lorong Karya, Kecamatan SU I Palembang, mengatakan bahwa selain dibacok saat terjadi tawuran, anaknya juga kehilangan sepeda listrik. Sepeda tersebut diduga dibawa kabur oleh orang tidak dikenal (OTD) ketika korban sedang mendapatkan pertolongan dan diantar ke RS Bari Palembang.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Mojopahit, tepatnya di Taman Bangsal, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
“Dari keterangan anak saya setelah berobat, dia jadi korban salah sasaran. Saat melintas di lokasi, diduga sedang ada tawuran,” ujar Aang.
Korban mengaku dihadang empat orang tak dikenal yang tiba-tiba menyerangnya menggunakan celurit.
“Anak saya mengalami luka bacok di kepala. Beruntung ada warga yang menolong dan membawanya ke rumah sakit. Namun sepeda listrik yang ditinggalkan di lokasi hilang. Karena itu saya melapor ke SPKT Polrestabes Palembang,” jelasnya.
Akibat kejadian ini, korban mengalami luka bacok di kepala dan harus menjalani penjahitan sebanyak lima jahitan, serta kehilangan sepeda listrik miliknya.
Sementara itu, Panit SPKT Polrestabes Palembang Ipda Erwinsyah membenarkan laporan orang tua korban terkait dugaan pelanggaran UU Perlindungan Anak.
“Laporannya sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyidikan dan menangkap pelakunya,” ujarnya.
(**)











