Palembang, Sumselupdate.com – Wali Kota Palembang Ratu Dewa memimpin rapat pembahasan Detail Engineering Design (DED) penataan wajah kota dan program beautifikasi di Ruang Vidcon, Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (3/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Ratu Dewa menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada aspek estetika semata. Menurutnya, setiap proyek harus memiliki makna filosofis, nilai historis, serta memperkuat identitas lokal Kota Palembang.
Rapat dihadiri rekanan dan pengembang yang memaparkan sejumlah rencana strategis. Di antaranya DED Jembatan dan Air Terjun Menari di kawasan Kambang Iwak, penataan Taman Kambang Iwak Kecik dan kawasan Siti Khadijah, serta penataan Keramasan Park.
Pembahasan juga mencakup penataan taman dan median jalan di sejumlah koridor utama Kota Palembang, mulai dari Simpang Polda–Bandara Mas, Simpang Polda–Bundaran Air Mancur Masjid Agung Palembang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan DI Panjaitan, Jalan Rasyid Sidiq, hingga Jalan Wahid Hasyim.
Dalam rapat tersebut berlangsung diskusi mendalam antara wali kota dan para pemapar proyek. Ratu Dewa meminta seluruh rencana pembangunan disampaikan secara rinci dan komprehensif, meliputi konsep desain, kebutuhan anggaran, tahapan pengerjaan, hingga dampak jangka panjang terhadap estetika serta tata ruang kota.
“Bangunan dan ruang publik yang kita hadirkan harus memiliki makna yang kuat. Ada filosofi, ada nilai sejarah, dan ada identitas Palembang di dalamnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar setiap DED disusun secara matang dan terukur. Dalam pembahasan tersebut, terdapat sejumlah revisi pada beberapa dokumen perencanaan guna memastikan hasil akhir selaras dengan visi penataan kota yang berkelanjutan dan berkarakter.
Menurutnya, program beautifikasi bukan sekadar memperindah tampilan fisik kota, melainkan bagian dari upaya memperkuat citra Palembang sebagai kota bersejarah yang modern, tertata, serta nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
(**)











