Ramai-ramai Masukkan Shabu 13 Kg Senilai Rp14 Miliar ke Dalam Mesin Cuci

Wakilwali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi Kapolres, AKBP Nuryono, Wakapolres, Kompol Bagus Adi Suranto, Kasat Narkoba, Iptu Hendri dan Kasubag Umum BNN Kota Lubuklinggau, Apandi, perwakilan Kodim 0406 dan Kejaksaan secara bersama-sama memusnahkan narkoba hasil ungkap kasus, Kamis (25/11/2021).

Laporan: Adnan Abidin

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Ada yang unik dari proses pemusnahan barang bukti bukti narkoba jenis shabu seberat 13 kilogram atau senilai Rp14 milliar, 2.200 butir ekstasi, dan serbuk ekstasi seberat 1,6 kg di Mapolres Lubuklinggau, Kamis (25/11/2021).

Read More

Di mana seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara dimasukkan ke dalam mesin cuci.

Caranya barang bukti narkoba dituangkan ke dalam mesin cuci, lalu dicampur air ditambah dengan deterjen serta cairan pembersih lantai, kemudian diputar.

Wakilwali Kota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar didampingi Kapolres, AKBP Nuryono, Wakapolres, Kompol Bagus Adi Suranto, Kasat Narkoba, Iptu Hendri dan Kasubag Umum BNN Kota Lubuklinggau, Apandi, perwakilan Kodim 0406 dan Kejaksaan secara bersama-sama memusnahkan barang haram tersebut.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono didampingi Kasat Narkoba, Iptu Hendri kepada wartawan menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil ungkap kasus dari bandar bernama Niko Rahfika alias Niko (31), warga Jalan Depati Said RT 04, Kelurahan Lubuklinggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kota Lubuklinggau.

Tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba ditangkap di rumahnya, Selasa (9/11/2021) sekitar pukul 18.30 WIB.

Berdasarkan pengembangan petugas ternyata tersangka Niko ini merupakan jaringan antar provinsi.

Pasalnya barang didapat dari Sumatera Utara, juga dikendalikan jaringan Aceh. Dari Lubuklinggau akan diedarkan ke Palembang hingga Jakarta.

Dijelaskannya pemusnahan barang bukti, merupakan bagian dari proses penyidikan, barang bukti telah dilakukan pengecekan di laboratorium forensik, dan benar mengandung amfetamin.

“Sehingga dilakukan pemusnahan, tentunya sudah kita sisihkan untuk barang sampel di persidangan. Ini sengaja dimusnahkan segera, karena barang bukti takut terjadi penyimpangan dan sebagainya,” katanya.

Pihaknya, akan terus memantau untuk antisipasi peredaran narkoba di Lubuklinggau.

Diakuinya, Lubuklinggau merupakan kota transit, siapa saja bisa melintasi wilayah Lubuklinggau.

“Ketika ada terdeteksi maupun laporan masyarakat segera dilakukan tindakan,” katanya.

“Kita akan lakukan pemantauan ekstra atau lebih ketat lagi, apa lagi jelang tahun baru. Jangan sampai Lubuklinggau menjadi tempat peredaran narkoba. Kami tentunya berkomitmen memberantas narkotika di Kota Lubuklinggau. Barang bukti tersebut menjadi tanggung jawab kami untuk dimusnahkan agar tidak disalahgunakan. Dengan pemusnahan ini, masa depan anak bangsa telah diselamatkan,” terangnya.

Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar menyampaikan keprihatinannya terhadap peredaran narkoba saat ini yang telah merusak sendi kehidupan.

“Tak menutup kemungkinan, jumlah 13 kg nantinya meningkat menjadi 20 kg. Maka dari itu, kita harus tetap waspada terhadap ancaman barang haram ini,” tegasnya.

Wawako menghimbau agar masing-masing orang tua harus berupaya membentengi anaknya agar terhindar dari orang-orang tak bertanggung jawab yang berniat untuk merusak masa depan bangsa.

“Jangan sampai narkotika merusak anak cucu kita, perangi narkoba,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.