Program Perangkat Daerah Dituntut Sejalan dengan Design Pembangunan Kependudukan

Sosialisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2015-2035.

Sekayu, Sumselupdate.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi membuka sosialisasi Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2015-2035, di Aula Wisma Atlet Sekayu, Selasa (8/10).

Sekda Muba mengatakan untuk menekan angka penduduk memang harus dilakukan grand design agar pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan.

Bacaan Lainnya

“Masalah ini tidak bisa ditangani oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Muba saja, namun harus didukung semua komponen juga diiringi dengan komitmen, program serta konsep dan strategi,” kata Apriyadi.

Lanjutnya meningkatnya pertumbuhan penduduk berkaitan langsung dengan turut meningkat angka kemiskinan, untuk itu harus diciptakan generasi penduduk yang berkualitas.

“Semoga generasi kita mendatang yang kreatif dan memiliki keterampilan, mampu bersaing sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan tidak sebagai penyumbang terbanyak angka kemiskinan,” imbuhnya.

Kepal DPPKB Muba Drs Syafaruddin menuturkan sosialisasi tersebut adalah sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2003 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, pemerintah sangat perlu membuat grand design pembangunn kependudukan di Kabupaten Muba.

Grand Design Pembangunan Kependudukan terdiri dari lima aspek yakni, grand design pengendalian jumlah penduduk, grand design peningkatan kualitas penduduk, grand design pengarahan mobilitas penduduk, grand design pembangunan keluarga yang berkualitas, dan grand design pembangunn data base kependudukan yang komprehensif dan terkoneksi dengan baik.

“Tujuan dari grand design pembangunan kependudukan ini yaitu untuk memberikan arah kebijakan bagi perencanaan dan pelaksanaan program yang tepat sehingga menjadi roadmap sebagai pedoman pemerintah daerah dan perencanaan program pembangunan yang orientasi kependudukan yang menciptakan keluarga berkualitas,” ucapnya.

“Yaitu kualitas pendapatan keluarga tercukupi, kualitas mampu pembiayaan pendidikan, keluarga yang mampu menjaga dan menciptakan kesehatan keluarga, serta bisa bersosial kemasyarakatan yang baik dalam lingkungannya,” Syafaruddin melanjutkan. (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.