Program DKK OKU 2016 Banyak Dibatalkan, Kenapa?

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, DKK OKU, Satri Jazulman

Baturaja, Sumselupdate.com – Salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ogan Komering Ulu (OKU) yang ikut merasakan dampak dari defisit anggaran sebesar Rp171 miliar yang terjadi di daerah itu adalah Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DKK) setempat.

Kabid Kebersihan DKK OKU, Satri Jasulman, Rabu (24/8), mengaku, banyak program kerja yang seharusnya akan direalisasikan pada 2016, terpaksa dibatalkan gara-gara adanya defisit anggaran tersebut.

Bacaan Lainnya

Ia mencontohkan, penambahan armada angkutan sampah, penambahan kotak sampah, serta proyek fisik lainnya. “Semuanya dibatalkan, karena anggarannya tidak ada,” ungkapnya.

Padahal lanjut dia, penambahan armada dan pengadaan kotak sampah itu sangat diperlukan guna meningkatkan kinerja, serta pelayanan petugas DKK OKU di lapangan.

Untung saja kata Satri, pihaknya tahun ini mendapatkan bantuan dari pusat berupa satu unit boldoser dan kolam pembuangan tinja yang kini ditempatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kandis.

Selain itu program kerja yang sifatnya bukan pengadaan dan pembangunan fisik ungkap Satri, pada 2016 ini masih bisa direalisasikan, seperti menaikan gaji petugas kebersihan sebesar Rp100 ribu perbulan, sehingga kinerja DKK OKU tidak melempem di lapangan.

Alhamdulilah, saat ini rata-rata gaji petugas kebersihan sudah naik dari Rp500 ribu menjadi Rp600 ribu per bulan, begitu juga untuk sopir dan kernet angkutan sampah upahnya kita naikkan dari Rp600 ribu-Rp650 ribu per bulan menjadi Rp700 ribu-Rp750 ribu per bulan,” katanya.

Satri menambahkan, pihaknya tetap berusaha bekerja maksimal dan profesional meskipun dengan segala keterbatasan yang ada saat ini, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. (yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.