Preman Disuruh Membacakan Pancasila

Tim Anti Bandit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, kembali melakukan penyisiran terhadap premanisme di wilayah Kota Palembang, Selasa (26/6) siang.

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah sebelumnya berhasil mengamankan puluhan preman, kali ini Tim Anti Bandit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel kembali melakukan penyisiran terhadap premanisme di wilayah Kota Palembang, terutama di kawasan Pasar Lemabang dan sekitarnya, Selasa (28/6) siang.

Hasilnya, puluhan preman yang sering meresahkan warga, khususnya yang berada di kawasan pasar Lemabang dan sekitarnya, berhasil digaruk dan diamankan.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, preman-preman  yang berhasil diamankan ini langsung diangkut menggunakan mobil truk dibawa ke Polda Sumsel untuk didata. Selain mencatat identitas, petugas juga mengambil sidik jari para preman tersebut.

Setibanya di Polda Sumsel, preman-preman tersebut lalu disuruh baris berbaris untuk diberi arahan.

Bahkan, preman yang diamankan tersebut juga diminta maju guna memberikan arahan serta nasehat kepada rekan-rekannya yang lain dan disuruh menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Pancasila secara bergantian.

“Di bulan pusa seperti sekarang ini, kita harus menghormati orang yang berpuasa meski kita tidak puasa. Dan kita juga tidak boleh berlaku premanisme karena ini merugikan orang lain,” kata seorang preman tersebut kepada rekan-rekannya yang lain saat memberikan arahan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol DTM Silitonga didampingi Kasubdit III Jatanras, AKBP Hans Rahmatullah mengatakan, operasi bersih preman ini dalam rangka cipta kondisi terutama menjelang lebaran.

“Mereka diamankan karena meresahkan masyarakat di tempat umum seperti memalak, parkir liar yang meresahkan pengunjung di tempat keramaian terutama menjelang lebar,”  katanya.

Semuanya, dikatakan Silitonga, diangkut dan selanjutnya didata. Kalau memang ada yang terlibat tindak pidana akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Operasi ini akan terus berlanjut hingga menjelang lebaran, dan apabila mereka yang lebih dari satu kali ditangkap akan diproses,” katanya. (ery)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.