Paris, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengecam keras serangan Israel ke Lebanon yang dinilai tidak dapat ditoleransi dan berpotensi memperburuk konflik di kawasan Timur Tengah.
“Kami sangat mengecam serangan besar-besaran tersebut,” ujar Barrot dalam wawancara dengan media France Inter, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, serangan tersebut semakin memperkeruh situasi karena merusak momentum gencatan senjata sementara yang sebelumnya terjalin antara Amerika Serikat dan Iran.
Barrot juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat memicu perang yang lebih luas.
“Perang akan memicu perang lainnya, dan sikap yang berkembang saat ini semakin radikal,” katanya, seraya menekankan pentingnya segera memulai perundingan damai.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga kebebasan pelayaran internasional, khususnya di Selat Hormuz. Prancis, kata dia, menolak segala bentuk pembatasan maupun pungutan terhadap kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.
Di sisi lain, Emmanuel Macron juga menyampaikan kecaman terhadap serangan Israel. Ia menegaskan bahwa Lebanon harus sepenuhnya masuk dalam cakupan gencatan senjata di Timur Tengah.
Berdasarkan data Pertahanan Sipil Lebanon, serangan Israel yang terjadi pada Rabu (8/4) telah menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya.
Wilayah yang paling terdampak berada di ibu kota Beirut, khususnya kawasan padat penduduk yang mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan tersebut.
Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan antarnegara.
(**)











