Kamboja Berhasil Capai Target HIV 95-95-95, Selangkah Lagi Menuju Eliminasi AIDS 2030

Writer: - Sabtu, 13 Juni 2026
Orang-orang mengunjungi Istana Kerajaan Kamboja saat perayaan ulang tahun ke-73 Raja Norodom Sihamoni di Phnom Penh, Kamboja, pada 14 Mei 2026. (Xinhua/Sovannara)

Phnom Penh, Sumselupdate.com – Kamboja mencatat sejarah sebagai negara pertama di kawasan Asia dan Pasifik yang berhasil mencapai target global HIV 95-95-95. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya negara itu menghapus AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030.

Keberhasilan tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama Pemerintah Kamboja dan Program Gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HIV dan AIDS (UNAIDS), Jumat (12/6/2026).

Read More

Target 95-95-95 berarti 95 persen orang yang hidup dengan HIV mengetahui status kesehatannya, 95 persen dari mereka yang terdiagnosis HIV menjalani terapi antiretroviral, dan 95 persen pasien yang menjalani pengobatan berhasil mencapai supresi virus.

Direktur Regional UNAIDS untuk Asia dan Pasifik serta Eropa Timur dan Asia Tengah, Eamonn Murphy, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen politik yang kuat serta kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan.

“Keberhasilan Kamboja dibangun di atas komitmen politik yang kuat, kepemimpinan nasional, kemitraan jangka panjang, serta kepercayaan yang terbangun melalui kerja sama selama bertahun-tahun dengan masyarakat dan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kamboja terus memperluas akses terhadap layanan tes HIV dan pengobatan antiretroviral. Pemerintah juga menyediakan berbagai metode pencegahan modern, termasuk profilaksis prapajanan (PrEP) jangka panjang dan layanan tes HIV mandiri.

Selain itu, negara tersebut memberikan dukungan sosial dan layanan kesehatan gratis bagi orang yang hidup dengan HIV maupun kelompok berisiko tinggi.

Ketua Otoritas Nasional AIDS Kamboja, Ieng Mouly, menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan nasional yang harus terus dijaga.

“Tugas kita sekarang adalah memastikan kemajuan ini tetap terjaga dan berkelanjutan dengan kepemilikan negara yang semakin kuat melalui peningkatan investasi domestik untuk respons nasional terhadap HIV,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Kamboja, Chheang Ra, menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir meskipun target global telah tercapai.

Menurutnya, pemerintah masih harus memperkuat layanan HIV agar semakin mudah diakses masyarakat tanpa stigma dan diskriminasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Kamboja tahun 2025, terdapat sekitar 76.000 orang yang hidup dengan HIV/AIDS di negara tersebut. Pada tahun yang sama tercatat hampir 700 kematian terkait AIDS.

Meski berhasil mencapai target 95-95-95, tantangan masih ada. Kamboja diperkirakan mencatat 958 kasus infeksi HIV baru sepanjang 2025.

Pemerintah menargetkan jumlah infeksi HIV baru dapat ditekan hingga di bawah 250 kasus per tahun pada 2030 sebagai bagian dari strategi eliminasi AIDS secara menyeluruh.

Namun demikian, stigma sosial, diskriminasi, dan berbagai hambatan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan yang harus diatasi untuk mencapai target tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts