Polisi Mutilasi Anak, Pengamat: Kesalahan Bukan di Proses Perekrutan

Sabtu, 27 Februari 2016
Ilustrasi korban mutilasi

Jakarta, Sumselupdate.com – Terkait dengan kasus mutilasi dua orang anak yang dilakukan oleh seorang polisi berpangkat brigadir, kriminolog Universitas Indonesia (UI), Yogo Tri Hendiarto menilai tidak ada yang salah dalam proses perekrutan anggota polisi.

“Tidak ada yang salah dengan rekrutmennya. Cuma, setelah direkrut, bagaiamana pengawasan, evalusi kesehatan jiwanya, seperti medical check up misal setahun sekali,” katanya kepada kepada wartawan sebagaimana dikutip dari Republika online, Jumat (26/2).

Bacaan Lainnya

Evaluasi kesehatan jiwa itu, ia menuturkan, merupakan laporan hasil pengecekan dari psikiater. Sehingga, jika anggota TNI/Polri mengalami gangguan kesehatan jiwa, misalnya stres, maka dapat diantisipasi dengan penanganan lebih dini. Sebab, ia berujar, penanganan tingkat stres berbeda-beda, mulai dari ringan, sedang dan berat.

“Fungsi lembaga itu penting dalam menjaga kesehatan jiwa tadi. Apakah ada terapinya, bagaimana perasaan polisi, itulah awal dari penyakit tadi,” ujarnya.

Sehingga, menurutnya, ada konsultasi maupun medical check up terhadap anggota institusi TNI/Polri. Jangan sampai, peristiwa memilukan yang dilakukan anggota TNI/Polri terulang kembali.

Sebelumnya, anggota Polres Melawi, Brigadir Petrus Bakus, tega memutilasi dua anaknya sendiri, Febian (5) dan Amora (3) di rumahnya. Peristiwa sadis tersebut terjadi pada Kamis (25/2) sekitar pukul 24.00 WIB di Asrama Polres Melawi, Kalimantan Barat.

Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto menjelaskan, pelaku juga berusaha membunuh istrinya. Tetapi istrinya terbangun saat suaminya mendatangi dengan membawa parang yang sudah berlumuran darah dengan mengatakan akan membunuh istrinya. (adm3)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.