Lahat, Sumselupdate.com – Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, digegerkan dengan penemuan jasad manusia dalam kondisi termutilasi dan terkubur di area perkebunan warga, Rabu (8/4/2026).
Jasad tersebut diduga merupakan seorang lansia berinisial SA (63) yang dilaporkan hilang sejak sepekan terakhir.
Peristiwa ini bermula saat cucu korban, Ferel, mendatangi kediaman SA pada Selasa (7/4/2026) untuk mengajaknya mengisi absensi pensiunan. Namun, setibanya di rumah, korban tidak ditemukan.
Berdasarkan keterangan tetangga, korban sudah lebih dari satu pekan tidak terlihat di lingkungan sekitar. Informasi tersebut membuat pihak keluarga panik dan segera melakukan pencarian.
Kecurigaan muncul saat anak korban, Syahri, menemukan gundukan tanah yang tidak biasa di area perkebunan milik korban. Ia kemudian mengajak warga dan perangkat desa untuk memeriksa lokasi tersebut.
Sekitar pukul 00.15 WIB, warga menemukan tiga karung plastik yang dikubur di dalam lubang sedalam kurang lebih 1,5 meter. Setelah dibuka, karung tersebut berisi potongan tubuh manusia yang diduga merupakan jasad korban, dengan jumlah bagian tubuh sekitar enam potong.
Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polres Lahat segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah sakit untuk proses autopsi dan identifikasi oleh tim forensik guna memastikan identitas korban secara pasti.
Penanganan kasus ini juga disampaikan secara resmi dalam konferensi pers di Mapolda Sumatera Selatan, Palembang, sebagai bentuk transparansi proses penegakan hukum.
Saat ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel memback-up penuh penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Lahat.
Tim gabungan terus mengumpulkan alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang identitasnya mulai dikantongi.
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.
“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan maksimal, profesional, dan transparan. Tim gabungan saat ini terus bergerak untuk mengejar terduga pelaku dan mengungkap kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.
(**)











