Polisi dan Perampok Baku Tembak, Ini Kronologisnya

Rabu, 25 Mei 2016
Tersangka Piki dengan kaki diborgol dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penjagaan aparat kepolisian, Rabu (25/5).

Muaraenim, Sumselupdate.com –Aksi perampokan nasabah Bank Mandiri Tanjung Enim, Kecamatam Lawang Kidul, Kabupaten  Muaraenim, bak film action.

Saat beraksi, empat kawanan perampok bersenjata api rakitan jenis pistol dengan mengendarai dua unit sepeda motor dihadang petugas gabungan Polsek Lawang Kidul, Tanjung Agung, Penukal dipimpin AKP Herli Setiawan, SH.

Read More

Dalam baku tembak itu, petugas berhasil melumpuhkan satu pelaku bernama Piki (23), warga Talang Jawa, Kota Lahat. Sementara tiga rekan pelaku berhasil melarikan diri dengan menggondol uang tunai sebesar Rp150 juta milik Afriandi (29), karyawan PT Musi Raya, warga Desa Karang Endah, Kecamatam Gelumbang, Kabupaten Muaraenim.

Bagaimana kronologis peristiwa perampokan ini? Berikut informasi yang didapat dari aparat kepolisian.

Peristiwa ini bermula saksi Mat Herman (41), warga BTN Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim diperintahkan korban Afriandi (29), untuk mengambil uang di Bank Mandiri Tanjung Enim.

Kemudian, Mat Herman, dengan ditemani istrinya mengambil uang tersebut ke Bank Mandiri Tanjung Enim sebesar Rp150 juta.

Setelah mengambil uang tersebut, lalu Mat Herman membawa uang itu  untuk diberikan kepada korban. Saksi membawa uang itu dari kantor Bank Mandiri mengendarai mobil jenis Toyota Fortuner.

Setelah sampai di halaman parkir kantor PT Musi Raya, Mat Herman memarkirkan mobilnya di halaman kantor itu yang jaraknya sekitar 4 meter dari gedung kantor.

Lantas Mat Herman dari dalam mobilnya memanggil korban Afriandi, yang tengah berada di dalam kantor.

Mendengar suara panggilan Mat Herman, korban  Afriandi, keluar dari dalam kantor dan menghampiri Mat Herman yang masih berada di dalam mobilnya.

Sejurus kemudian, Mat Herman menyerahkan uang Rp150 juta yang dibungkus menggunakan plastik asoi kepada korban.

Uang itu diserahkan Mat Herman kepada korban melalui jendela kaca tanpa membuka pintu mobil tersebut. Setelah uang itu diserahkan, lalu dipegang korban dengan cara memeluknya ke dadanya.

Sewaktu uang telah diterima, antara Mat Herman dan korban masih terlibat obrolan.

Saat mengobrol, Mat Herman masih tetap berada di dalam mobilnya, sedangkan korban menyandarkan tubuhnya di dinding mobil Fanther yang parkir di dekat mobil Mat Herman.

Setelah lima menit kemudian, tiba tiba dari arah belakang mobil Mat Herman saksi, muncul tersangka bersama tiga temannya menggendarai dua unit sepeda motor.

Tanpa banyak kata, tersangka langsung menembak betis kaki kanan korban, yang mengakibatkan korban terjatuh ke tanah.

Ketika korban terkena tembakan, satu orang teman tersangka berhasil merampas uang korban dan langsung membawanya kabur dengan mengendarai dua unit sepeda motor itu.

Melihat korban terkena tembakan, seorang karyawan perusahaan itu bernama Wahyu keluar dari dalam kantor dan membantu korban. Lalu korban dilarikan ke RSU PT BA Tanjung Enim untuk mengobati lukanya.

Pada saat kejadian tersebut, petugas gabungan dari Polsek Lawang Kidul dan Tanjung Agung dipimpin AKP Herli Setiawan, SH, tengah melakukan patroli di daerah tersebut.

Saat itu saksi Mat Herman, sempat melihat tersangka bersama ketiga temannya melarikan diri menuju keluar dari Jalan Raya Air Paku.

Petugas pun melakukan pengejaran, dan berhasil menemukan tersangka dan ketiga temannya di pangkalan ojek dekat rumah seorang bidan, tidak terlalu jauh dari lokasi kejadian.

Saat itu tersangka dan ketiga temannya langsung mengeluarkan tembakan ke arah mobil petugas.

Tembakan tersangka mengenai kaca depan sebelah kanan bagian bawah mobil petugas. Sehingga antara petugas dan tersangka terlibat baku tembak.

Dalam baku tembak itu, tersangka Piki (23), terkena tembakan hingga terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya.

Ketika terjadi baku tembak itu, para tersangka sempat melakukan bergantian untuk menyetir sepeda motornya.

Tersangka Piki yang terkena tembakan itu, masih tetap mempertahankan uang Rp150 juta hasil rampokannya itu. Lantas salah seorang teman tersangka, berhasil mengambil uang itu.

Kemudian temannya tidak saja berupaya menyelamatkan uang hasil curiannya, tetapi berupaya menyelamatkan tersangka yang terkena tembakan dengan menyeretnya menggunakan sepeda motor tersebut.

Tetapi akhirnya tersangka terjatuh dari sepeda motornya dan langsung diamankan petugas. Sementara ketiga temannya berhasil kabur mengendarai sepeda motor itu dengan membawa kabur uang hasil rampokannya.

Kapolres Muaraenim AKBP Nuryanto melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Heri Setiawan didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad dan Kanit Intel serta Kanit Reskrimnya mengatakan, akan mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap tiga pelaku lainnya. (lip)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts