Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 3000 pendukung Persib atau dikenal dengan sebutan Bobotoh harus diperlakukan khusus oleh aparat kepolisian saat pertandingan Sriwijaya FC (SFC) versus Persib, Senin (4/9) mendatang.
Pasalnya sweeping ketat akan dilakukan untuk pelarangan membawa atribut suporter saat mendukung Maung Bandung.
“Bila ada atribut seperti syal, bendera, baju suporter dan alat musik, akan kita ambil. Kalau tidak mau tidak boleh masuk ke stadion,” kata Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede.
Menurut mantan Kasat Reskrim Polresta Palembang ini, dia akan mencegat para suporter Persib di bibir gerbang komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC) sebelum masuk ke stadion. Lalu polisi juga disebar untuk melakukan sweeping demi menjaga ketertiban nota larangan tanpa atribut tersebut dari komdis PSSI.
“Mereka akan kita letakan di tribun barat atas. Artinya mereka seperti penonton biasa,” tegas Maruly saat menghadiri rapat koordinasi pertandingan dari PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) bersama panpel.
Pertemuan juga dihadiri oleh tiga kelompok suporter, Sriwijaya Mania Hooligan (Ketua Eddy Ismail), Singa Mania (Humas Dian) dan Ultra Palembang (Ketua Agung).
“Jika masih ada yang bentrok akan langsung kami tangkap. Jangan sampai buat kesan kita ini Kota Barbar. Sekali lagi bentrok akan kita tindak tegas di lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris PT. SOM Faisal Mursyid menyampaikan pihaknya hanya menjalankan intruksi PSSI dengan mengumpulkan pihak keamanan, serta dua kelompok suporter SFC dan Persib.
Khususnya menegaskan agar Bobotoh tetap harus menjalankan sanksi saat di Palembang. Sanksi tersebut merupakan buntut dari meninggalnya salah seorang Bobotoh bernama Ricko Andrean di laga Persib vs Persija Jakarta pada 22 Juli lalu.
“Mereka datang layaknya penonton biasa itu mandat dari Komdis PSSI kepada kami. Itu dampak dari sanksi di lima pertandingan khususnya saat melawan SFC,” ucap Faisal. (tra)











