Persoalan Tanah, Kades dan Seorang Warga di Muba Dibacok Hingga Bersimbah Darah, Satu Tewas

Kamis, 20 Desember 2018
Kades Tampang Baru, Usman saat mendapatkan perawatan di RS Bayung Lencir.

Sekayu, Sumselupdate.com – Akibat sengketa tanah dengan mantan kades, membuat Romli, warga Desa Tampang Baru, RT 03, Dusun 1, Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), meregang nyawa ditebas parang.

Romli mengembuskan napas terakhir lantaran mengalami luka parah di bagian tangan dan paha akibat sabetan senjata tajam yang ditebaskan oleh pelaku Anang Sukri.

Read More

Tak hanya Romli, korban pembacokan dari pelaku yakni Kades Tampang Baru, Usman. Namun beruntung, Usman yang terkena empat bacokan di bagian punggungnya, selamat dari maut setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayung Lencir, Kamis (20/12/2018).

Tersangka pembacokan sendiri berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas Polsek Bayung Lencir.

Ditemui di Mapolsek Bayung Lencir, Sekdes Tampang Baru, Dian Kusuma menuturkan, sengketa tanah ini bermula pelaku Anang Sukri menjual tanah yang berbatasan dengan tanah milik sang kades Usman.

Di lokasi bersengketa tersebut, korban Romli juga memiliki beberapa bidang tanah. Menurut Dian, diduga Anang Sukri melakukan penyerobotan tanah sehingga peristiwa berdarah ini terjadi.

“Entah bagaimana si Anang Sukri diduga menyerobot tanah milik Pak Kades. Nah, kemudian tanah tersebut digusur oleh Pak Kades sesuai batasan miliknya,” katanya.

Dian mengatakan, dia menemui Kades Usman di Rumah Makan Semarang di Simpang D1 untuk mengantarkan fotocopy surat-surat tanah miliknya.

“Di sana Pak Kades ingin menanyakan apakah tanah miliknya dijual oleh Pak Romli karena Pak Romli ada tanah di sekitar situ juga. Luasan tanah saya kurang tahu, usai memberikan fotocopy surat-surat tanah, saya langsung meninggalkan rumah makan, tau-tau dapat info bahwa ada kecelakaan dari salah satu perangkat desa yang baru datang ngantor, saya cek ke lokasi. Di lokasi saya hanya melihat Pak Romli yang sudah bersimbah darah, langsung saya hubungi keluarga untuk dibawa ke RS. Tapi saya tidak tahu kalau Pak Kades turut menjadi korban, setelah di jalan baru tahu dari menantu Pak Kades,” terangnya.

Sementara itu, ditemui di RSUD Bayung Lencir, korban Usman mengaku, dia dan Romli hendak menemui Anang Sukri untuk menyelesaikan persoalan tanah tersebut.

Namun di lokasi kejadian dia melihat pelaku Anang Sukri membacok tubuh Romli yang baru saja tiba di TKP.

Melihat Romli dibacok hingga bersimbah darah, Usman berusaha melarikan diri. Namun upayanya untuk berlari sia-sia.  Sedikitnya, empat bacokan parang membelah bagian punggungnya.

“Kalau saya tidak lari mungkin saya sudah akan dibacok sampai mati oleh pelaku, kami juga niat ingin bertemu di lokasi untuk menyelesaikan masalah tanah tersebut,” katanya sambil meringis kesakitan.

Sedangkan istri Usman mengaku kaget dengan apa yang terjadi dengan suaminya. Dia menuturkan jika suaminya pagi-pagi usai sarapan pamit untuk berangkat ke rumah Romli di Peninggalan yang juga merupakan kerabatnya.

“Kami tidak tahu kalau dia akan ke lokasi tanah tempat kejadian, dapat info, kami menuju lokasi dan Pak Kades sudah berada di dalam mobil di depan rumah warga,” katanya.

Terpisah, Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti melalui Kapolsek Bayung Lencir AKP Bagus Adi Suranto, SIk saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Saat ini personel gabungan Polres Muba dan Polsek Bayung Lencir sedang mencari keberadaan pelaku,” katanya. (est)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts