Permintaan Meningkat, Gas Melon Elpiji 3 Kg di OKU Selatan Mulai Langka

Erna salah satu Pengecer gas elpiji di Jln. Serasan Seandanan wilayah Kecamatan Muaradua OKU Selatan..

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Tabung gas Melon LPG 3 kilogram, mulai langka di sejumlah wilayah Kecamatan Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (30/9/2021).

Read More

Dihimpun di lapangan, kekosongan stok gas bersubsidi ditingkat pengecer terjadi sejak sepekan terakhir, tak terkecuali di pusat Kota Wilayah Kecamatan Muaradua.

“Sudah empat hari ini kosong, kelangkaan ini kurang lebih dalam sepekan ini,” ujar Erna Pengecer di wilayah Kecamatan Muaradua, Kamis (30/9/2021).

Gas melon mulai kosong ditingkat pengecer, ditambah minimnya pangkalan di OKU Selatan membuat harga tukarpun naik mencapai Rp2.000 pertabungnya.

Dari tingkat pengecer dengan modal Rp20.000 dan menjual ke masyarakat Rp23.000.

“Kita mengambil dengan modal Rp20.000, jualnya Rp22.000 terkadang Rp23.000,” kata Dia.

Menurut warga, permintaan pasar meningkat pasca kelonggaran PPKM peralihan zona oranye ke zona kuning, seiring meningkatnya warga yang menggelar pesta hajatan. Pengecer Wijaya di wilayah Kecamatan Buay Pemaca.

Dikatakannya, salah satu kendala gas melon kerap mengalami kekosongan disebabkan pasokan gas (pangkalan) yang tersedia sangat minim dan bergantung pada pangkalan dari Desa tetangga.

“Kerap kosong, apalagi kita mengandalkan dari mobil yang datang dari pangkalan, sebab belum tersedia pangkalan disini,” terangnya.

Terpisah Manajer Produksi SPBE Edy Sucipto mengatakan akhir-akhir ini produksi gas elpiji dimasyarakat meningkat.

“Ya, sekarang produksi ditingkat masyarakat meningkat kebutuhan ditengah masyarakat, nanti akan kita laporkan jalan keluarnya seperti apa,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.