Baturaja,Sumselupdate.com – Menjamurnya pengemis di Kota Baturaja, Kabupaten OKU, kian meresahkan masyarakat.
Bagaimana tidak hampir di setiap sudut kota Baturaja terdapat pengemis yang meminta minta dengan berbagai tirk dan gaya. Terkadang juga ada yang marah-marah jika tak diberi uang.
Seperti diungkapkan Desi warga Baturaja yang sehari hari berjualan es campur di samping kantor DPRD OKU.
Desi mengaku jika hampir setiap detik pengemis maupun pengamen datang dan meminta-minta. Hal ini selain menganggu konsumennya juga sangat meresahkan bagi dirinya.
“Ya, sering ada pengemis yang meminta tapi memaksa kan ini sangat meresahkan,” keluh Desi kepada Sumselupdate.com, Selasa (8/11/2016).
Dirinya dan masyarakat lain berharap dinas terkait bisa menertibkan pengemis dan pengamen (anjal) yang kian hari jumlahnya bertambah.
“Tambah banyak tolong donk yang berkepentingan ditertibkan,” pinta Indah, warga lainya.
Terpisah, Dinas Sosial (Dinsos) Ogan Komering Ulu (OKU), saat dimintai keterangan terkait maraknya pengemis di daerah berjuluk Sebimbing Sekundang itu mengaku tak dapat berbuat banyak terkait pengemis yang dikeluhkan masyarakat.
“Tidak ada yang dilakukan bagaimana anggarannya tidak ada,” ucap Jauhari, Kasi Anak Keluarga Lansia (AKL) Dinsos OKU.
Padahal kata dia, banyak program yang telah mereka rencanakan. Namun semua itu dibatalkan lantaran tak ada dana.
Namun saat ditanya apa saja program tersebut. Jauhari yang nampak sedikit gugup dan terbata bata ketika portal ini bertanya dan seolah tak terima enggan memberikan informasi itu.
“Ya kalau program silahkan tanya ke kasi program. Salah satu program yang dibatalkan penertiban pengemis itu,” tutur Jauhari .
Namun apa yang dikerjakan abdi negara dan abdi masyarakat ini terkait hal itu? Sekali lagi Jauhari menyampaikan mereka hanya duduk di kantor dan tak ada kerjaan lantaran defisit anggaran ini. “Bagaiman mau bekerja kalau dana tak ada,” ujar Jauhari lagi. (yan)











