Pengedar Upal Dituntut 3 Tahun Penjara

TUTUP WAJAH-Dua pengedar upal ini terus menutupi wajah saat mendengarkan tuntutan jaksa.

Palembang, Sumselupdate.com – Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhasanah alias Sana (37) dan Sarnubi alias Tubi (21) yang menjadi terdakwa kasus peredaran uang palsu (upal) dituntut tiga tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (1/6).

Menurut jaksa perbuatan kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 244 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Bacaan Lainnya

Atas tuntutan tersebut majelis hakim yang diketuai Togar, memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyiapkan materi pembelaan dan persidangan kembali akan dilanjutkan pekan depan.

“Sidang hari ini kita tunda dan kembali akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan,” ujarnya.

Sebelumnya terdakwa ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, di rumahnya di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, pada 11 Februari lalu.

Setelah aparat kepolisian mendapat informasi bahwa di daerah tersebut beredar uang palsu dan dari hasil penyelidikan petugas melakukan penggeledahan di rumah kedua terdakwa.

Dari dalam rumah ditemukan barang bukti uang palsu pecahan Rp50.000 sebanyak 60 lembar atau senilai Rp3 juta dan menurut keterangan terdakwa Nurhasanah pembuatan uang tersebut dibantu Sarnubi.

Dengan menggunakan dua buah printer, kertas ukuran A4, tiga botol tinta dan satu buah gunting. Lalu setelah dicetak terdakwa Hasanah kembali meminta bantuan dengan terdakwa Sarnubi untuk mengedarkan uang tersebut.

Menggunakan satu unit sepeda motor Honda Beat dan atas kegiatan itu terdakwa Sarnubi mendapat bagian sebesar Rp10.000 setiap lembar atau dibelikan satu bungkus rokok serta makan setiap hari.

Selain itu sejumlah uang palsu yang telah dicetak juga telah diedarkan ke sejumlah pasar yang ada di Kota Palembang, seperti Pasar 16 Ilir, Kertapati dan pedagang kaki lima di kawasan simpang Sekip. (pto)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.