Pelaku Pengeroyokan Dokter dan Sopir Ambulance Disergap Saat Sebarkan Undangan Pernikahan

Tersangka Dedi Iskandar.

Muarabeliti, Sumselupdate.com – Satu dari tiga pelaku pengeroyokan dokter dan sopir ambulance di RSUD Rupit, Kabupaten Muratara, Provinsi Sumatera Selatan berhasil ditangkap aparat Polsek Rupit.

Tersangka adalah Dedi Iskandar (44), warga Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara ditangkap saat sedang menyebarkan undangan pernikahannya di Desa Jadi Mulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara pada Kamis (3/1), sekitar pukul 14.00.

Bacaan Lainnya

Sementara dua pelaku lainnya Wawan (30), warga  Desa Lubuk Rumbai Baru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara dan Feri (40), warga Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketiga pelaku diburu aparat lantaran melakukan pengeroyokan terhadap dr Wiyoga Setiawan alias Yoga dan sopir ambulance Suharyono alias Bagong (44), warga Desa Lawang Agung, Kecamatan  Rupit, Kabupaten Muratara. Kasus pengeroyokan ini terjadi pada Kamis (13/12/2018), sekitar pukul 13.30.

Peristiwa berdarah ini bermula dari  para pelaku mengantar istri salah satu pelaku bernama Feri yang sakit ke RSUD Rupit. Setelah dilakukan penanganan oleh tim medis RS, pasien di-stanby-kan di ruang IGD. Karena merasa menunggu terlalu lama dan menilai lambannya penanganan pihak RS, membuat para pelaku naik pitam dan menggebrak meja.

Pelaku Wawan menemui dokter jaga dr Yoga langsung marah-marah dan memukuli wajah korban dengan kepalan tangan kanannya sebanyak satu kali. Pukulan itu menyebabkan dr Yoga megalami luka  di bibir kiri atas. Sedangkan pelaku Dedi mengancam dengan sebilah sajam sembari berkata ‘Keluar mati kau’.

Beruntung, sajam tersebut  berhasil diamankan oleh keluarga pasien lain yang mengetahui kejadian.  Lalu diserahkan ke pihak kepolisian pasca kejadian. Sementara itu korban lain Suharyono yang mengetahui kejadian mencoba melerai sembari berkata ‘Sudahlah Oi, sabar’.

Mendapat perkataan demikian, ketiga pelaku bukannya surut kemarahannya, namun justru emosinya kian tersulut. Korban Suharyono diberi hadiah bogem mentah sebanyak dua kali. Pukulan telak itu mengakibatkan korban mengalami luka memar di bibir bagian bawah. Atas kejadian yang mengancam nyawa tersebut, kedua korban melaporkan kejadiannya ke Polsek Rupit.

Kapolres Mura AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rupit AKP Yulpikri mengatakan, dari hasil penyelidikan didapat informasi bahwa salah satu pelaku Dedi sedang menyebarkan undangan ke Desa Jadi Mulya, Kecamatan Nibung, Kabupaten Muratara untuk rencana pernikahannya.

Mendapat informasi tersebut sekitar pukul 14.00, petugas bergerak cepat dan mengamankan pelaku tanpa perlawanan. “Pelaku ditangkap saat akan mampir ke salah satu rumah makan di Desa Nibung. Saat dilakukan penggeledahan di pinggang pelaku ditemukan sebilah sajam jenis pisau dengan sarung kertas berlakban hitam. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Rupit untuk pemeriksaan intensif,” pungkasnya. (ain)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.