Pasca Banjir, Warga Pagaralam ‘Dibayangi’ DBD

Penulis: - Jumat, 2 Februari 2024
Foto Ilustrasi

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pasca banjir yang melanda Kota Pagaralam, sejumlah warga di Kecamatan yang ada di kota Pagaralam Sumatera Selatan, dilaporkan menghadapi serangkaian masalah kesehatan yang mengkhawatirkan.

Demam tinggi menjadi salah satu gejala yang merajalela di tengah-tengah masyarakat, dan dugaan akan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pun muncul sebagai ancaman serius.

Bacaan Lainnya

Candra (44), seorang warga kelurahan Sukorejo Kecamatan Pagaralam Utara, mengakui bahwa salah satu anggota keluarganya telah mengalami demam tinggi setelah terdampak beberapa hari kondisi cuaca di kota Pagaralam mengalamin intensitas hujan tang tinggi .

“Ya, ada salah satu anggota keluarga yang mengalami demam tinggi setelah beberapa hari yang lalu hujan deras di kota Pagaralam,” ungkapnya kepada Sumselupdate.com pada Jumat (02/2/2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan di Puskesmas, diperkirakan bahwa keluarga tersebut mungkin terjangkit DBD. Anggota keluarganya yang terkena dampak kesehatan tersebut telah dirujuk ke RSD Besemah kota Pagaralam, sementara mereka menanti hasil laboratorium untuk mengonfirmasi diagnosis penyakit.

Baca juga : Pj Bupati Banyuasin Canangkan Gertak PSN DBD

Dilaporakan juga, terdapat beberapa warga lainnya yang mengalami kasus serupa yang masih ditangani oleh pihak RSD Besemah kota Pagaralam.

Sebelumnya, masyarakat telah mengajukan permintaan kepada Pemerintah Kota Pagaralam, melalui pemerintahan setempat guna di teruskan ke Dinas Kesehatan, untuk melaksanakan fogging guna meminimalisir potensi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, termasuk DBD.

Namun, hingga kini, permintaan tersebut belum mendapatkan respon yang memuaskan dari pihak berwenang.

“Pihak kami telah menyampaikan kepada Pemkot Pagaralam agar melaksanakan fogging, namun sayangnya, hingga saat ini, tindakan tersebut belum dijalankan, dan akibatnya, banyak warga yang terdampak penyakit DBD,” ungkapnya dengan keprihatinan saat menemani anggota keluarganya yang sakit DBD.

Baca juga : Fogging Masal di Sekolah-sekolah OKU untuk Cegah Penyebaran DBD

Keengganan Pemerintah Kota Pagaralam dalam menghadapi permintaan fogging menuai keprihatinan di tengah masyarakat. Meskipun demikian, upaya pencegahan penyakit menular, khususnya DBD, menjadi semakin mendesak, mengingat kondisi geografis Kota Pagaralam yang rentan tergenang air setelah hujan deras.

Genangan air tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk Aedes aegypti, vektor penyakit DBD.

Meskipun hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan Kota Pagaralam belum memberikan respons terkait permintaan masyarakat dan meningkatnya angka penyakit pasca-banjir, keprihatinan akan potensi penyebaran penyakit menular semakin memunculkan pertanyaan akan responsibilitas dan kecepatan pemerintah dalam menghadapi dampak kesehatan pasca banjir dan memasuki musim hujan. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.