OPINI: Perlindungan Hukum bagi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Marendi Pusaka.

Penulis: Marendi Pusaka

Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama Balai Pemasyarakatan Kelas II Lahat, Kanwil Kemenkumham Sumsel

Read More

SETIAP anak yang belum mencapai kedewasaan membutuhkan perlindungan dan pengasuhan dari keluarga. Perkembangan kepribadian yang baik, anak harus tumbuh berkembang di lingkungan keluarga dalam suasana yang bahagia, penuh cinta kasih dan pengertian. Keluarga mengajarkan anak mengenai nilai-nilai agama, kasih sayang dan saling menghormati. Keluarga juga harus mempersiapkan anak untuk dapat hidup bermasyarakat.

Kemudian lingkungan kedua dalam pertumbuhan dan perkembangan anak setelah keluarga adalah lingkungan sekolah. Di lingkungan sekolah anak diajarkan mengenai ketegasan, kepemimpinan, tenggang rasa, budi pekerti, toleransi, menghargai perbedaan, tanggungjawab, kerjasama dan ilmu pengetahuan.

Selain keluarga dan sekolah, pemerintah juga bertanggung jawab untuk melindungi tumbuh dan kembangnya anak. Oleh karena itu, pemerintah memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.

Negara berkewajiban menciptakan rasa aman dan memberikan perlindungan hukum kepada setiap anak Indonesia agar mereka tumbuh serta berkembang secara wajar dan berperan serta dalam pembangunan. Perlindungan hukum terhadap anak merupakan upaya perlindungan terhadap anak yang berhubungan dengan kebebasan dan hak asasi anak.

Saat sekarang ini di masa pandemi Covid-19 sedang melanda dunia dan diberlakukannya protokol kesehatan demi mencegah penyebaran, anak semakin kesulitan untuk mendapatkan hak-haknya. Sebagai contoh, diberhentikannya proses belajar di sekolah untuk sementara tentunya telah menggangu pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan.

Kemudian dengan adanya pembatasan sosial tentunya mengganggu hak anak untuk mendapatkan masa tumbuh dan berkembang normal. Akibat dari terganggunya pemenuhan hak anak yang diakibatkan oleh protokol kesehatan dalam pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19, tentunya akan berakibat kepada proses tumbuh dan berkembangnya anak terutama terhadap perkembangan fisik, mental, kecerdasan, watak, karakter dan perilaku anak. Apalagi masih belum diketahui dengan pasti, kapan pandemi Covid-19 akan berakhir dan kapan kehidupan masyarakat akan kembali normal.

Bukti-bukti dari wabah penyakit menular di masa lalu menunjukkan bahwa risiko perlindungan anak yang sudah ada menjadi makin besar dan bermunculan pula risiko-risiko baru sebagai akibat dari wabah itu sendiri maupun dampak sosio-ekonomis dari tindakan-tindakan pencegahan dan pengendalian.

Sebagian anak makin meningkat risikonya dalam situasi ini, terutama anak tanpa pengasuhan orang tua/ keluarga, anak yang berisiko terpisahkan dari keluarganya, anak yang ada dalam pengasuhan alternatif dan anak yang baru saja keluar dari pengasuhan alternatif.

Perlindungan dan perhatian terhadap anak harus lebih ditingkatkan. Pasalnya, kasus tindak asusila dan kekerasan terhadap anak meningkat selama masa pandemi Covid-19. Anak bosan di rumah, kemudian mereka berkumpul dengan teman-temannya.

Ada yang terjerumus melakukan pencurian karena disuruh oleh orang yang lebih dewasa dengan iming-iming imbalan tertentu. Namun mayoritas anak-anak melakukan tindak asusila. Oleh karena itu, agar anak tidak bosan di rumah karena belajar secara daring, orang tua harus lebih aktif dalam mengawasi perkembangan maupun pergaulan anak agar tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif.

Sementara di pengadilan, jaksa dan pengacara hanya melakukan studi berkas. Anak-anak yang terjerumus melakukan tindakan melawan hukum perlu untuk diselamatkan masa depannya.

Dalam proses peradilan, banyak anak dan keluarga yang merasa bersalah dan mengambil hikmah sebagai pelajaran. Anak-anak yang terjerumus perlu mendapatkan perlindungan agar bisa kembali menjadi baik.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan berpotensi kehilangan hak-haknya. Telah diatur dalam penjelasan pasal 5 ayat 3 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia, anak dalam proses pertumbuhannya secara psikologis belum teratur dengan baik, salah satu hal yang ikut mempengaruhi proses pertumbuhan anak adalah lingkungan sekitar.

Anak-anak perlu diperlakukan khusus di dalam masyarakat karena diharapkan sebagai generasi penerus. Berbagai potensi pelanggaran hak-hak anak di masa pandemi Covid-19 saat ini kerap terjadi bahkan meningkat. Setidaknya ada lima potensi masalah terhadap anak selama masa pandemi Covid-19, yakni adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap anak, belum maksimalnya asimilasi dan hak integrasi pada anak, proses diversi (sistem peradilan pidana) terhadap anak mengalami kendala, tidak optimalnya pembelajaran (waktu belajar anak) serta potensi penelantaran akibat kesulitan ekonomi orang tua. Belum maksimalnya asimilasi dan hak integrasi pada anak. Anak dihindarkan dari dampak buruk penjara dan sistem peradilan pidana.

Pandemi Covid-19 tentu akan sangat berdampak terhadap ekonomi masyarakat, sehingga ini akan membawa dampak yang sangat buruk terhadap anak. Harapan penulis agar adanya upaya melalui sistem perlindungan anak di masa pandemi Covid-19, salah satunya kepedulian semua pihak terutama keluarga, pemerintah dan para stakeholder.

Meski pun dalam situasi pandemi Covid-19, hak-hak anak tidak dilanggar dan tetap terpenuhi sehingga cita-cita pemerintah yang memiliki tagline Indonesia Unggul, itu bisa tercapai ketika semua hak-hak anak terutama di masa Covid-19 ini tidak dilanggar.

Untuk seluruh elemen negara khususnya pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah haruslah dapat memberikan perlindungan kepada anak baik secara fisik maupun mental dan juga menjamin pemenuhan hak-hak dasar yang wajib didapatkan oleh setiap anak.

Bagi pihak yang berkepentingan untuk terus melakukan pengawasan terhadap anak yang berhadapan hukum dengan memantau tumbuh kembang, memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengajarkan untuk mematuhi protokol kesehatan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.