Oknum Anggota Polsek Pagaralam Dihukum 6 Tahun Penjara

Sidang virtual oknum polisi yang bertugas di Polsek Pagaralam.

Palembang, Sumselupdate.com – Oknum polisi yang bertugas di Polsek Pagaralam yang merupakan terdakwa kasus narkotika dihukum mejelis hakim 6 tahun penjara.

Hal ini diketahui dalam sidang virtual yang diketuai oleh hakim Mangapul Manalu, SH, MH di Pengadilan Negeri Palembang.

Bacaan Lainnya

Hukuman yang dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan hukuman 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar dengan subsidair 6 bulan

Hal tersebut dibenarkan oleh kuasa hukum terdakwa Rustini, SH, MH saat dikonfirmasi.

“Klien kami Bripka AB dihukum 6 tahun penjara, denda Rp1 Miliar, subsidair 6 bulan. Itu hukumannya lebih rendah 2 tahun dari tuntutan, dan mobil dikembalikan kepada terdakwa,” ujar Rustini.

Ia juga menjelaskan, saat persidangan kliennya bersikap koperatif, dan sopan pada majelis hakim. Serta terdakwa menerima atas vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim.

“Atas vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim, kami menerima putusan tersebut,” jawabnya.

Diberitakan sebelumnya, terlibat dalam kegiatan jual beli narkotika, oknum polisi Polsek Pagaralam, Bripka AB dituntut Jaksa dengan hukuman 8 tahun penjara.

Terdakwa Bripka AB dinyatakan bersalah dan dikenakan pasal Pasal 114 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor : 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Terdakwa Bripka AB (39) oknum anggota kepolisian Polsek Pagaralam ditangkap karena diduga menjual narkotika dengan barang bukti satu paket shabu seberat 9,426 gram terhadap teman sesama anggota polisi yang melakukan undercover buy (pembelian terselubung).

Dalam keterangannya, Bripka AB mengatakan dirinya dimintai untuk mencarikan Narkotika jenis shabu oleh Bripka AL.

Pada fakta persidangan, disebutkan bahwa anggota polisi yang melakukan undercover buy tersebut adalah Bripka AL yang bertugas di Polsek Tanjung Sakti Lahat.

Bripka AB mengaku diminta oleh Bripka AL untuk mencarikan shabu senilai Rp10 juta.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Mangapul Manalu, SH, MH, Bripka AB mengatakan saat memesan shabu, Bripka AL mengeluarkan kata-kata bernada ancaman terhadapnya.

“Dia ancam dengan kata ‘awas kamu’. Jelas sekali dia mengancam saya waktu itu. Jadi saya carikan dari bandar Narkoba namanya Ebi (DPO),” ujarnya.

Pernyataan itu lantas mendapat respon dari hakim yang mempertanyakan alasan terdakwa untuk mengikuti ancaman itu.

Padahal antara terdakwa dan rekannya sama-sama berasal dari instansi kepolisian, sehingga bisa langsung melapor pada atasan bila ada salah satu yang melakukan pelanggaran.

“Siap salah yang mulia. Saya nurut karena dia senior saya pak,” ujar terdakwa menjawab pertanyaan hakim.

Sementara itu, berdasarkan situs resmi Sistem Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, diketahui bahwa terdakwa Bripka AB dihubungi Bripka AL (informan polisi) untuk diminta mencarikan narkotika jenis shabu, Kamis (10/12/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun saat itu terdakwa belum memiliki narkotika tersebut. Di hari yang sama, barang tersebut selajutnya terdakwa beli dari temannya bernama Ebi (DPO) untuk selanjutnya kembali dijual ke Bripka AL.

Setelah itu didapatlah kesepakatan antara terdakwa dan Bripka AL untuk bertemu di Jalan Terminal Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan, sekitar pukul 21.00 WIB.

Setibanya di tempat tersebut, Bripka AL yang datang bersama anggota Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan, langsung mendekati terdakwa.

Selanjutnya, pada saat anggota polisi melakukan penggeledahan, terdakwa menjatuhkan satu paket narkotika jenis shabu dengan berat 9,426 gram di jalan.

Rencananya shabu tersebut akan dijual terdakwa senilai Rp10 juta kepada Bripka AL. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.