Ketua DPD RI: Kerajaan Nusantara Pondasi Terbentuknya NKRI

Kerajaan Nusantara dinilai memiliki peran besar sebagai pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bulungan, Sumselupdate – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai Kerajaan Nusantara memiliki peran besar sebagai pondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Oleh karena itu, negara mengakui, menghormati dan memberikan tempat khusus bagi keberadaan Kerajaan Nusantara. Hal itu  tertuang dalam Pasal 18B Ayat (2) UUD 1945,” ujar LaNyalla saat mengunjungi Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Rabu (26/5/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut LaNyalla, NKRI dibentuk  Kerajaan Nusantara yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Keberlangsungan NKRI tidak akan bisa dilepaskan dari peranan kerajaan-kerajaan itu.

Ditambahkannya, Kerajaan Nusantara ini, eksis di tengah masyarakat sebagai bagian dari sejarah, nilai-nilai adiluhur serta adab sebagai kearifan lokal yang dipersatukan dalam Peradaban Nusantara. Mereka juga sudah berabad-abad memberikan sumbangsih besar bagi negara ini.

“Terutama  menjaga marwah bangsa, kemajuan peradaban Nusantara, membangun kesetaraan dan kebersamaan, menjaga NKRI dan ideologi Negara, dan menjadi tempat masyarakat mengadukan berbagai persoalan di Daerah,” jelasnya.

Di sisi lain, kata LaNyalla, di tengah serbuan arus informasi dan muatan globalisasi Kerajaan Nusantara masih kokoh sebagai pusat pengembangan kebudayaan daerah.

Hebatnya, Kerajaan Nusantara ini bisa memelihara dan  mendiplomasikan kebudayaan bangsa, khususnya kepada generasi milenial, dan dunia internasional.

Sebagai wakil Daerah, DPD RI lanjut dia, akan selalu mendorong Pemerintah Pusat dan  Daerah untuk memperhatikan dan melindungi Kerajaan Nusantara.

Termasuk mendukung berbagai upaya pelestarian nilai-nilai tradisi beserta peninggalan Kerajaan Nusantara sebagai bagian dari upaya pembangunan kebudayaan Nasional.

LaNyalla menjelaskan, kedatangannya ke Kesultanan Bulungan merupakan wujud nyata dari komitmen DPD RI menjaga keberlangsungan Kerajaan Nusantara.

“Sejarah panjang Kesultanan Bulungan harus dicatat dengan tinta emas dan ini bagian dari mozaik sejarah yang patut kita teladani,” tambahnya

Dalam kesempatan itu, LaNyalla  menyampaikan rencana DPD RI menggelar pertemuan Raja dan Sultan se-Nusantara di Jakarta.

Tujuannya untuk menyuarakan kepentingan dan eksistensi Kerajaan Nusantara sebagai bagian dari penguat dan pengikat nilai kebudayaan dan sejarah kelahiran Indonesia.

LaNyalla datang ke Kesultanan Bulungan bersama sejumlah senator, yakni Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi, Wakil Ketua Komite II DPD RI Bustami Zainudin, Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, Senator asal Sumatera Selatan Jialyka Maharani, dan Andi Muh Ihsan (Sulawesi Selatan).

Dikatakan, Kesultanan Bulungan berdiri sekitar abad ke-16 Masehi dengan kekuasaan wilayah administratif meliputi Bulungan, Tana Tidung, Malinau, Nunukan, Tarakan, bahkan hingga Jawi atau yang sekarang disebut Sabah, Malaysia. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.