Nengsih Marlina, Wanita yang Dibakar Oknum Polisi Lahat di Muaraenim Meninggal Dunia

Nengsih Marlina, meinggal dunia setelah sempat kritis dan masuk ruang ICU, dinyatakan meninggal pada pukul 14.37 WIB.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Nengsih Marlina (25), korban yang dibakar oleh oknum anggota polisi Ardiansyah yang bertugas di Polres Lahat akhirnya meninggal dunia, Sabtu (26/3/2022) di Rumah Sakit HM Rabain.

Read More

Perempuan muda ini mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.37 WIB setelah sempat kritis dan masuk ruang ICU.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah almarhumah dibawa ke rumah duka yang berada Jalan Rukun Damai, RT 3, RW 3, Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muaraenim.

Jenazah Nengsih sendiri tiba di rumah duka sekitar pukul 16.00 WIB, menggunakan mobil jenazah RS HM Rabain MUaraenim.

Rumah Nengsih berada di pemukiman padat penduduk, sehingga pelayat yang datang cukup banyak hingga memenuhi jalan setempat.

Foto Nengsih Marlina, saat masih sehat dan setelah alami luka bakar dan mendapatkan perawatan.

Ketua RT 03 RW 03, Kelurahan Tungkal, Salidin mengatakan, jenazah akan dimakamkan di PAL 100 perbatasan Lahat Muaraenim, rencananya sebelum magrib jenazah akan diberangkatkan ke pemakaman.

Menurut keterangan keluarga, korban sempat mengalami kritis sejak tiga hari lalu. Keluarga sempat mencari pendonor, namun karena kondisi korban sudah kritis dan belum sempat mendapatkan tambahan darah, Nengsih dinyatakan sudah tiada.

“Keluarga korban merasa sangat terpukul atas kejadian yang menimpa korban, sehingga ia (korban) meninggal dunia. menurut keterangan pihak keluarga, mereka sudah ikhlas atas meninggalnya korban,” terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD HM Rabain Muaraenim dr Alfurqon membenarkan meninggalnya Nengsih korban pembakaran oknum polisi anggota Polres Lahat tersebut.

“Benar, pasien telah meninggal dunia sekitar pukul 14.30 WIB sore ini dan sekarang sudah dibawa ke rumah duka untuk diurus pemakamannya oleh pihak keluarga,” pungkasnya melalui aplikasi WhatsApp pribadinya, Sabtu (26/3/2022).

Terpisah,  Kapolres Muaraenim AKBP Aris Rusdiyanto saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan hingga berita ini dinaikan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dipicu sakit hati cintanya diputus, oknum polisi berinisial AN yang bertugas di Polres Lahat berpangkat brigadir nekat membakar tubuh pacarnya, Kamis (10/3/2022) sekitar pukul 22.30 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban Nengsih Marlina (25), warga Rukun Damai, RT 03, RW 03, Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muaraenim menginap di kontrakan temannya Dea (27) di Jalan Ade Irma Suryani, Gang Kolam, RT 05, RW 08, Rumah Tumbuh, Kelurahan Muaraenim.

Tak pelak,  aksi nekat oknum polisi ini, korban Nengsih mengalami luka bakar hingga 80 persen di sekujur tubuhnya.

Informasi dihimpun di lapangan, antara korban dan pelaku telah menjalin hubungan asmara selama setahun setengah.

Setelah mengetahui jika pelaku telah beristri yang tengah hamil tua dan memiliki dua anak, korban memutuskan untuk mengakhiri hubungan asmara tersebut.

Setelah dua minggu pasca-korban mengakhiri hubungan asmara, ternyata pelaku tidak terima atas keputusan Nengsih tersebut.

Sementara, pelaku terus berusaha menghubungi korban dan mencari. Namun korban selalu menghindar dari kejaran pelaku.

Untuk menghindari dari kejaran pelaku, korban menumpang tinggal di rumah temannya Dea, di Jalan Ade Irma Suryani, Gang Kolam, RT 05, RW 08, Rumah Tumbuh, Kelurahan Muaraenim.

Walaupun telah menghindar, akhirnya keberadaan korban diketahui oleh pelaku. Setibanya, di rumah kotrakan Dea, pelaku langsung menurunkan sekring meteran listrik.

“Dia datang ke kosan dan mematikan MCB (meteran) lampu kontrakan dari luar. Sementara, saya karena penasaran dan ingin menghidupkan lampu dari luar, kemudian membuka pintu dan melihat AN sudah berada di depan kontrakan. Lalu, AN masuk ke dalam kosan dengan membawa sebotol cairan di dalam botol Aqua, yang diduga bahan bakar (bensin), yang telah dibuka tutupnya, dan masuk ke kamar, serta menyiramkan bensin tersebut ke sekujur tubuh Nengsih dan memaki-maki dengan perkataan kasar dan kotor,” ujar Dea kepada awak media saat mendampingi korban di ruang ICU Rumah Sakit guna menjalani perawatan intensif, Jumat (11/3/2022).

Setelah itu, saksi Dea berusaha untuk meredakan pertengkaran antara pelaku dengan korban, dirinya sempat mengingatkan pelaku. Namun peringatannya tidak digubris oleh pelaku.

“Dia ini sempat berdebat dengan saya. Saya bilang jangan ribut-ribut di sini karena saya malu takutnya warga dan RT datang. Tapi, dia langsung marah ke saya dan bilang supaya tidak ikut-ikutan sambil mengancam akan membakar saya juga. Hingga dia juga menyiram saya dengan bensin,” terang Dea.

Dea mengatakan, pelaku kembali menyiram tubuh korban dengan bensin seraya memarahi korban dan memegang korek api gas sembari mematikan korek api tersebut. Akibatnya percikan tersebut, langung menyambar tubuh korban.

“Kali ini saya tidak hanya menggertak, saya akan benaran membakarmu ancam dia ke Nengsih’. Sementara api yang memercik dari korek api dia dengan cepat langsung menyambar lantai dan tubuh korban dan saya juga ikut terbakar lantaran percikan api itu,” lanjutnya.

Masih terang Dea, kobaran api mengepul di ruang kamar dan posisi korban tetap berada di dalam kamar. Mungkin lantaran kasihan, pelaku langung menarik tubuh korban dan langsung memeluk berusaha untuk mematikan kobaran api di tubuh korban serta membawa korban ke klinik bidan.

Setelah menyelamatkan korban dan mendapatkan penanganan sementara, pelaku langsung pergi meninggalkan pacarnya.

“Ketika kebakaran di rumah, saya teriak minta tolong, hingga datanglah warga dan Pak RT,” jelasnya.

Sementara itu, Zakaria (56), warga setempat, mengatakan, hanya mendengar teriakan kebakaran. Kemudian langsung membantu memadamkan api di kamar.

“Yang saya tahu terjadi kebakaran dan langsung memadamkan api. Selebihnya saya tidak tahu apa yang terjadi,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.