Trump Kritik Cara Israel Memburu Hizbullah: Jangan Hancurkan Satu Gedung untuk Satu Target

Writer: - Jumat, 19 Juni 2026
Presiden ke-47 Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu)

Washington, Sumselupdate.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan kritik terhadap taktik militer Israel dalam operasi yang menyasar kelompok Hizbullah di Lebanon.

Menurut Trump, operasi militer harus dilakukan secara lebih terukur dan tidak menimbulkan kerusakan besar terhadap fasilitas sipil.

Read More

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berbicara di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kelompok Tujuh (G7), yang dihadiri para pemimpin negara-negara ekonomi maju.

Trump menilai upaya memburu anggota Hizbullah tidak seharusnya dilakukan dengan cara menghancurkan seluruh bangunan apartemen atau kawasan permukiman yang berpotensi menimbulkan korban sipil.

“Tidak perlu mengebom seluruh gedung apartemen hanya untuk mengejar beberapa orang,” kata Trump dalam pernyataannya.

Menurut Trump, operasi militer yang lebih presisi akan lebih efektif sekaligus meminimalkan dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena selama ini Trump dikenal sebagai salah satu pemimpin AS yang paling kuat mendukung Israel.

Bahkan dalam kesempatan yang sama, Trump menegaskan berbagai kebijakan yang diambil pemerintahannya selama menjabat memberikan keuntungan strategis bagi Israel.

“Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” ujar Trump.

Pernyataan itu merujuk pada sejumlah kebijakan pro-Israel yang pernah diambilnya, termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta dukungan diplomatik dan keamanan yang diberikan Washington kepada sekutu utamanya di Timur Tengah tersebut.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa dukungan terhadap Israel tidak berarti mengabaikan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam setiap operasi militer.

Konflik antara Israel dan Hizbullah kembali menjadi perhatian dunia internasional dalam beberapa tahun terakhir. Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kerap memicu baku tembak dan serangan udara yang menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di kedua wilayah.

Hizbullah sendiri merupakan kelompok politik dan militer yang berbasis di Lebanon dan memiliki pengaruh kuat di negara tersebut. Israel selama bertahun-tahun menganggap kelompok itu sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasionalnya.

Sejumlah organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), berulang kali menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperluas konflik di kawasan.

Pernyataan Trump muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap situasi keamanan di Timur Tengah. Banyak negara mendesak penyelesaian konflik dilakukan melalui jalur diplomasi guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil dan memperburuk ketidakstabilan regional.

Pengamat menilai komentar Trump menunjukkan adanya dorongan agar Israel lebih mengedepankan operasi yang terukur dan sesuai dengan prinsip hukum humaniter internasional, terutama dalam membedakan target militer dengan kawasan sipil.

Meski menuai beragam tanggapan, pernyataan tersebut kembali menegaskan posisi Trump sebagai salah satu tokoh politik internasional yang memiliki pengaruh besar dalam dinamika hubungan Amerika Serikat dan Israel.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts