Cristiano Ronaldo Masih Bersinar di Piala Dunia 2026 pada Usia 41 Tahun, Ini Kata Pelatih Portugal

Writer: - Jumat, 19 Juni 2026
Pemain Portugal Cristiano Ronaldo melakukan pemanasan menjelang pertandingan Grup K antara Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di Houston Stadium di Houston, Amerika Serikat, pada 17 Juni 2026. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Houston, Sumselupdate.com – Dua dekade setelah mencuri perhatian dunia sebagai salah satu talenta muda terbaik Portugal di Piala Dunia 2006, Cristiano Ronaldo masih menjadi figur sentral dalam sepak bola dunia.

Pada usia 41 tahun, kapten Timnas Portugal itu tetap tampil di panggung terbesar sepak bola dunia, Piala Dunia 2026, meski sorotan kini mulai mengarah kepada generasi baru seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, dan Erling Haaland.

Read More

Dalam pertandingan melawan Timnas Republik Demokratik Kongo pada Rabu (17/6/2026), Ronaldo bermain penuh selama 90 menit. Namun, Portugal harus puas bermain imbang 1-1 setelah gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas.

Meski penampilannya dinilai tidak seimpresif masa kejayaannya, Ronaldo tetap menjadi salah satu tokoh utama turnamen berkat pencapaian luar biasa yang telah ditorehkannya sepanjang karier.

Bagi banyak pesepak bola, tampil di Piala Dunia merupakan puncak karier. Namun bagi Cristiano Ronaldo, turnamen empat tahunan itu telah menjadi bagian panjang perjalanan hidupnya sejak debut di Piala Dunia 2006 di Jerman.

Sejak saat itu, Ronaldo berhasil mengoleksi berbagai gelar bergengsi, termasuk lima trofi Liga Champions UEFA, gelar juara liga domestik di Inggris, Spanyol, dan Italia, serta mencatatkan diri sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola.

Di level internasional, Ronaldo juga sukses mengantarkan Portugal meraih gelar besar pertamanya di ajang Piala Eropa 2016 serta dua trofi UEFA Nations League.

Meski demikian, tantangan yang dihadapinya kini berbeda. Ronaldo tidak lagi mengandalkan kecepatan seperti saat membela Manchester United atau ketajamannya ketika berada di puncak karier bersama Real Madrid.

Seiring bertambahnya usia, gaya bermainnya berubah. Pengalaman, kecerdasan membaca permainan, dan kemampuan menempatkan diri menjadi senjata utama yang masih membuatnya berpengaruh di lapangan.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menegaskan keputusan memainkan Ronaldo sebagai starter tidak didasarkan pada faktor usia, melainkan kondisi fisik dan kesiapan pemain.

“Kami memperlakukan setiap pemain dengan cara yang sama. Kami akan mengevaluasi setiap pemain berdasarkan kondisinya. Kami tidak memperlakukan Cristiano berdasarkan usianya,” ujar Martinez.

Usai pertandingan melawan RD Kongo, Ronaldo tidak memberikan komentar kepada media. Namun, ia menyampaikan pesan singkat melalui media sosial yang menunjukkan semangat juangnya belum luntur.

“Ini bukan awal yang kami inginkan, tetapi ini masih jauh dari akhir. Tetap semangat dan fokus pada pertandingan berikutnya,” tulis Ronaldo.

Pernyataan tersebut mencerminkan mentalitas yang telah melekat sepanjang kariernya. Terlepas dari hasil akhir Portugal di Piala Dunia 2026, posisi Cristiano Ronaldo sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah sepak bola dunia sudah tidak terbantahkan. Setiap penampilannya kini menjadi bagian dari catatan sejarah yang terus bertambah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts