Napi Narkoba Ditemukan Tewas Tergantung di Sel

Jenazah Adithia Adha (29) saat hendak dibawa Ambulans.

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Merah Mata Palembang ditemukan tewas tergantung di sel tahanan, Sabtu (12/1/2019). Identitas napi tersebut yakni Adithia Adha (29), tahanan kasus narkoba yang sudah menjalani masa tahanan di penjara selama dua tahun.

Informasi dihimpun, jenazah Adit pertama kali ditemukan oleh rekan sesama napi yang menghuni sel yang sama. Pada pukul 06.30, para napi baru saja bangun tidur untuk sarapan pagi.

Bacaan Lainnya

Namun mereka dikejutkan dengan ditemukannya warga Perum Mekarsari, Jalan Palembang-Betung KM18, Kelurahan Sukomoro, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan tersebut yang sudah tak lagi bernapas.

Posisi jenazah Adit tergantung tali tambang plastik warna biru yang menjerat di lehernya. Para penghuni sel pun histeris dan segera memanggil sipir atas peristiwa tersebut. Sipir yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melapor ke Polsek Sako Palembang.

Kapolsek Sako Komisaris Yudha mengatakan, usai mendapatkan laporan pihaknya segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan olah TKP.

“Kita juga sudah memeriksa beberapa saksi yang merupakan teman satu sel korban. Dari keterangan mereka saat bangun tidur, posisi korban sudah tergantung. Kita sudah olah TKP dan segera mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Palembang untuk visum,” ujar Yudha.

Saat ini pihaknya tengah menyelidiki kasus ini. Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban serta sipir lapas untuk mengetahui motif dari kejadian ini.

Sementara itu, Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Komisaris dr Mansuri mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Tidak ada luka akibat penganiayaan, namun ada bekas luka jeratan di lehernya. Perkiraan waktu kematian di bawah 12 jam sebelum ditemukan. Bisa dipastikan korban memang bunuh diri,” ujar dia. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.