Bandung, Sumselupdate.com – Lubuklinggau sukses adakan Pekan olahraga provinsi (porprov) 2015 lalu. Kini, giliran Muaraenim bakal gelar porprov XI 2017 mendatang.
Meski begitu, kendala persiapan kembali terjadi di olahraga terakbar tingkat provinsi ini. Pihak tuan rumah belum siap alias ingin menunda jadwal Porprov sampai 2019 mendatang.
Hal tersebut diakui Wakil Ketua Umum l KONI Sumsel, Dhennie Zainal. “Kami menerima surat edaran dari Bupati Muaraenim dengan isi menunda gelaran Porprov tahun depan,” katanya.
Ia mengaku, belum mengetahui penyebab penundaan. Akan tetapi, dirinya bakal bertemu langsung pihak KONI dan Bupati Muaraenim langsung. “Jika ditunda sampai 2019 terlalu jauh. Karena program dua tahun penyelenggaran porprov harus dilaksanakan,” paparnya.
Mengingat, Sumsel dipastikan tidak capai target 10 besar di PON Jabar XIX. Pembibitan dan pembinaan perlu dilakukan dari sekarang di setiap kabupaten kota. “Dari porprov inilah bisa melihat tolok ukur kekuatan sumsel di PON Papua 2020 nanti,” ujarnya.
Dhennie menilai, jika Muaraenim belum siap dari segi sarana dan prasarana, bisa saja wacana penggabungan tuan rumah dilakukan. Tapi dipilih kabupaten kota terdekat dari Muaraenim. “Intinya porprov itu pembangunan venue hingga pembibitan atlet sejak dini. Tuan rumah pasti sangat diuntungkan karena ini,” katanya.
Diakuinya, krisis keuangan melanda seluruh kabupaten kota di Sumsel lantaran adanya pemangkasan APBD yang dilakukan pemerintah pusat, diduga menjadi pertimbangan diusulkannya penundaan Porprov, sedangkan dana dibutuhkan untuk persiapan even itu mencapai Rp20 miliar.
“Memang 2019 terlalu jauh. Tapi jika diselenggarakan 2018 akan bertabrakan dengan pesta demokrasi (pilkada) yang berlangsung di beberapa kabupaten/kota. Belum lagi persiapan Asian Games 2018. Pastinya, nanti kita bisa simpulkan setelah bertemu pejabat daerah di sana,” tukas dia. (tra)











