Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Puluhan aktivis Gerakan Sumpah Undang-Undang (GSUU) Kabupaten Musi Rawas-Kota Lubuklinggau-Kabupaten Musi Rawas Utara menggelar mimbar rakyat di depan gedung DPRD, Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Kota Lubuklinggau, Rabu (28/9/2016).
Aksi damai tersebut merupakan akumulasi kekecewaan dan kekesalan masyarakat terhadap persoalan terjadi belakangan yang menyangkut oknum-oknum penyelenggara negara, baik pusat maupun daerah.
Dalam aksinya, aktivis yang intens menyuarakan aspirasi masyarakat ini tidak hanya menggelar aksi dan bagi-bagi selebaran berisi tuntutan, namun mereka sengaja membawa mimbar rakyat sebagai media penyampaian jawaban atas tuntutan-tuntutan mereka tersebut.
Alhasil, setiap pejabat ataupun perwakilan, diminta untuk naik keatas mimbar yang sudah disiapkan diatas mobil pickup sekaligus menyampaikan tanggapan terkait dengan pernyataan sikapa pengunjuk rasa.
“Ada 14 poin dalam pernyataan sikap tersebut. Diantaranya mendesak Walikota Lubuklinggau memberi penyadaran-penyadaran kepada semua jajaran dinas, badan dan kantor untuk menjalankan tugas selaku pegawai negeri dengan mengedepankan perilaku moral yang baik. Meningkatkan kedisiplinan selaku pengayom masyarakat serta memberi sanksi kepada para oknum-oknum pejabat yang kedapatan melanggar disiplin kerja,” ujar Ketua GSUU Herman Sawiran.
Kemudian, mereka mendesak Kapolres Lubuklinggau untuk lebih memperhatikan tingkat keamanan masyarakat dikota Lubuklinggau melalui razia-razia. Dan melakukan patroli ditempat-tempat rawan kejahatan kriminalitas saat ini yang semakin sadis, merajalela sehingga membuat masyarakat cemas untuk berpergian.
Selain itu mendesak Kajari Lubuklinggau, Mura dan Muratara untuk melaksanakan penegakan hukum tanpa tebang pilih, pandang buluh dengan tidak menerima lobi-lobi dari para calon tersangka. “Kami minta jangan ada PNS yang tidak ada urusan masuk ke Kejari. In untuk meminimalisir,” bebernya.
Kepala Kejari Lubuklinggau, Mura dan Muratara Jaya Putra dalam kesempatannya menyampaikan tanggapan singkatnya diatas mimbar mengatakan pihaknya akan berusaha apa yang diinginkan masyarakat dengan semaksimal mungkin. “Saya akan berusaha apa yang diinginkan masyarakat semaksimal mungkin,” jelasnya.
Sementara itu Ketua Pengadailann Negeri (PN) Lubuklinggau, Mura dan Muratara Puji Harian mengatakan aksi yang digelar ini harus sering dilakukan. Sebab ini dalam rangka untuk mengontrol kinerja lembaga PN. Dan dalam hal ini, pihaknya akan menindak jika ada oknum di PN yang menyimpang dari regulasi.
“Tentunya siapa yang berbuat itulah yang bertanggung jawab. Jangankan anak buah saya, saya sebagai pimpinan kalau ada yang menyimpang dari regulasi, laporkan saya,” pungkasnya. (and)











