Miris, Press Room DPRD Ogan Ilir Hanya Sekadar Plang Nama

Kondisi Press Room DPRD Ogan Ilir

Laporan: Henny Primasari

Indralaya, Sumselupdate.com-Kondisi Press Room DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) sungguh memprihatinkan. Kondisnya kini hanya sekadar nama, karema tidak pernah digunakan untuk menggelar jumpa pers kegiatan para wakil rakyat.

Bacaan Lainnya

Dari pantauan, Selasa (25/8/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi press room dalam kondisi terkunci dan sepi.
Terdapat beberapa komputer, kursi dan meja. Mirisnya, kondisi WC di dalam press room dalam keadaan rusak.

Bahkan press room tersebut tidak pernah diselenggarakan kegiatan jumpa pers bersama wartawan. Selain itu, pintu ruang press room hanya terdapat kabel yang dulunya digunakan untuk menghidupkan TV LED, dan kini sudah tidak tertancap di dinding lagi.

“Namanya saja press room, tapi tidak berfungsi optimal, hanya sekadar plang nama. Kalau kita masuk situ juga jarang, sekali masuk ruangan ala kadarnya, WC-nya juga rusak. Ya harusnya fasilitas dipenuhi, Wifi juga kadang hidup, kadang tidak. Mirislah,” ujar salah seorang wartawan yang biasa bertugas di DPRD OI, Selasa (25/8)

Sementara itu, Anggota DPRD OI asal Partai Amanat Nasional (PAN) Febti juga menyayangkan fasilitas yang tidak digunakan secara optimal.

“Ya kasihanlah wartawannya, kalau mau duduk di ruangan juga terkunci. Harusnya fasilitas dilengkapi agar mereka betah menulis berita di situ. Kemudian juga harus dimanfaatkan press room dengan baik,” katanya

Kabag Humas Yuniarti saat dikonfirmasi mengakui, belum pernah ada acara jumpa pers sehingga ruangan tersebut tidak digunakan untuk jumpa pers. Sementara untuk jaringan Wifi bukan rusak, namun karena jaringan Telkomsel yang mengalami gangguan.

“Persoalan jumpa pers tidak digelar di situ, bukan karena apa-apa. Soalnya tidak pernah ada jumpa pers, jadi bukan ruangan sekadar ada plang namanya. Bukan begitu ya! Kalau fasilitas di ruangan itu di luar kewenangan, jadi tidak bisa memberikan tanggapan,” ujar Yuniarti

Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD OI Mukhsina mengatakan, karena adanya pemotongan anggaran untuk dana Covid-19, sehingga anggaran untuk memenuhi fasilitas press room tidak maksimal.

“Ya memang ada pemotongan dana untuk Covid-19 jadi fasilitasnya kurang memadai. Kalau soal mengapa tidak digunakan untuk jumpa pers tanyakan ke Kabag Humas. Kalau Wifi kemarin itu ada gangguan saja, sekarang sudah diperbaiki,” jelas Mukhsina. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.