Miliki Shabu dan Ineks, Perempuan Asal Riau Dituntut 18 Tahun Bui

Suasana sidang terdakwa Putri Dewi Lestari dengan kasus kepemilikan narkotika jenis shabu dan ineks yang dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Bravo Swastika Nasrun SH, selama 18 tahun penjara, Rabu (19/5/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa Putri Dewi Lestari (36), warga Jalan Dwikora, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sail, Kota Pekan Baru, Provinsi Riau, dengan kasus kepemilikan narkotika jenis shabu dan ineks, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Bravo Swastika Nasrun SH, selama 18 tahun penjara.

Tuntutan terhadap Putri Dewi Lestari dibacakan JPU di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (19/5/2021).

Read More

Terdakwa dinilai melanggar pasal 112 ayat 2 dan pasal 132 ayat 1 dan UU Narkotika No 35 tahun 2009.

“Tadi terdakwa Putri dituntut 18 tahun oleh JPU. Tinggal pekan selanjutnya melakukan pembelaan, baru putusan majelis hakim seperti apa,” kata Jurnelis, SH dan Maulidia, SH selaku penasehat hukum terdakwa Putri

Dari fakta persidangan diketahui, terdakwa Putri bersama saksi Mira Novita alias Madam (berkas terpisah), pada 21 November 2020 pukul 21.00 WIB, di Rest Area Km 277, Desa Sungai Rotan Mulya, Kecamatan Rotan Mulya, OKI.

Telah melakukan transaksi jual beli barang haram narkotika golongan 1 bukan jenis tanaman, merek Guan Yin Wang.

Paket satu seberat 968,28 gram shabu senilai Rp900 juta lebih dan paket kedua seberat 998,04 gram shabu senilai Rp900 juta lebih. Serta 4.862 butir ekstasi logo UPS warna biru.

Di mana pada tanggal 19 November 2020, terdakwa Putri berada di rumah saksi Mira alias Madam, menawarkan terdakwa Putri untuk mengirimkan paket shabu dan ekstasi ke seseorang yang berada di Mesuji, OKI.

Saksi Mira alias Madam mendapat barang haram ini dari daerah Rumbai, Desa Uban Sari, Pekan Baru, Provinsi Riau.

Selanjutnya saksi Mira memesan travel jurusan Pekan Baru-Jambi, dengan janji upah Rp20 juta, namun baru dibayar Rp5 juta sebagai ongkos jalan dan dilunasi usai transaksi.

Tanggal 20 November 2020 pukul pukul 12.00 WIB, terdakwa Putri menelpon saksi Mira telah sampai di Jambi, kemudian akan bertolak ke Palembang. Selanjutnya berangkat lagi menggunakan mobil travel menuju Palembang.

Kemudian terdakwa Putri bersama saksi Helman berangkat menjuju Mesuji OKI untuk mengantarkan barang hatam ini.

Namun saat berada di Rest Area 277, Desa Sungai Rotan, Kecamatan Rotan Mulya, mobilnya dihentikan Afriadi, Romi, dan Ahmad Kurni yang merupakan anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel.

Dalam penyergapan itu, petugas mengamankan dua paket jumbo shabu dan ribuan ekstasi di dalam mobil.

Dari pengembangan petugas BNNP Sumsel kemudian meringkus saksi Mira di Bandung Barat, Jawa Barat. Menurut Mira barang haram itu milik Tengku Zaini yang kini jadi buronan polisi. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.