Mesin Server E-KTP Rusak, Kepala Disdukapil OKU Selatan Minta Maaf

Kepala Disdukcapil Kabupaten OKU Selatan Drs Lia Tirtayana MSi (memekai baju warna kuning) memperlihatkan mesin server E-KTP yang mengalami kerusakan dan akan diperbaiki di Jakarta.

Laporan: Alpian Patria Jaya

Muaradua, Sumselupdate.com – Satu unit mesin server KTP Elektronik (E-KTP) milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini mengalami kerusakan.

Bacaan Lainnya

Kepala Disdukcapil Kabupaten OKU Selatan, Drs Lia Tirtayana, MSi mengatakan, kerusakan satu-satunya mesin server E-KTP itu sudah terhitung sudah dua minggu terakhir.

“Kami belum tahu pasti mengapa mesin server E-KTP tidak bisa difungsikan, mesin server ini kita beli pada tahun 2011 lalu, sudah sempat kita cek penyebab terjadinya kendala tersebut. Rencananya akan kami bawa ke Jakarta untuk proses perbaikan sehingga bisa segera difungsikan sebagaimana mestinya,” katanya kepada Sumselupdate.com melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (23/1/2021) malam.

Atas kerusakan mesin server E-KTP ini, Bunda Lia, sapaan akrab Kepala Disdukcapil Kabupaten OKU Selatan ini, meminta maaf kepada masyarakat.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat OKU Selatan atas kendala yang terjadi sehingga belum bisa membawa pulang E-KTP yang akan dibuat. Meski mesin server E-KTP sedang mengalami kendala, namun untuk proses perekaman E-KTP tetap bisa dilakukan serta pelayanan lain pun seperti pembuatan dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran hingga surat pindah, tetap berjalan normal tanpa ada kendala dan tetap berjalan seperti biasa dan semua itu gratis,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Bunda Lia mengatakan, bagi masyarakat yang mendesak membutuhkan E-KTP, seperti untuk keperluan mengurus contoh seperti bank dan lain sebagainya, maka bisa membuat surat keterangan berdomisili. Surat keterangan berdomisili ini bisa dibuat di Kantor Disdukcapil.

“Karena memang sekarang yang sering kita sebut KTP sementara atau suket (surat keterangan) sebagaimana sebelumnya sudah tidak diperbolehkan lagi,” kata Bunda Lia.

Bunda Lia menegaskan, semua pelayanan di Kantor Disdukcapil gratis alias tidak dipungut biaya. Maka dari itu, bagi masyarakat yang menemukan ada oknum pegawai  yang melakukan penyimpangan atau memungut biaya pembuatan dokumen, dipersilahkan melaporkan hal tersebut kepada dirinya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.