Mendagri Usul Isu Corona Jadi Adu Gagasan Calon di Pilkada

Kamis, 11 Juni 2020
Mendagri Tito Karnavian

Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan analisa tentang penyelenggaraan Pilkada 2020 di masa pandemi dapat berdampak positif terhadap pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). Menurut Tito, penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi dapat membuat calon petahana bekerja keras menurunkan angka penularan Corona.

Tito awalnya menjelaskan apa yang terjadi di Korea Selatan (Korsel) yang lebih dulu menggelar pemilu di tengah pandemi Corona. Tito mengatakan tingkat partisipasi pemilih di Korsel meningkat menjadi 62 persen dari pemilu sebelumnya yang 58 persen.

Read More

“Dalam kasus di Korsel dan tingkat partisipasi, mereka melihat tahun 1992 itu tertinggi, tertinggi dari 58 persen di tahun lalu menjadi 62 persen. Bahkan, tahun-tahun sebelumnya berkurang dari 58 persen. Salah satu temuan penelitian mereka adalah karena masalah Covid ini menyentuh semua masyarakat sehingga akhirnya 29 juta pemilih saat itu, semua sangat concern dengan isu Covid, sehingga isu Covid ini menjadi sentral dalam kampanye dan dampak sosial politiknya, sehingga partisipasi tinggi untuk menentukan memilih pemerintahan yang legitimate dan mampu menangani Covid-19 dan dampakanya,” kata Tito dalam rapat dengan Komisi II DPR RI yang disiarkan langsung di YouTube, Kamis (11/6/2020).

Tito menyebut penanganan Corona bisa menjadi isu yang dihembuskan, baik oleh calon petahana maupun kandidat baru. Dengan begitu, sebut dia, akan terjadi adu gagasan antara calon petahana dengan kandidat baru tentang penanganan Corona.

“Kami melihat dari segi negatif memang ada kerawanan pelaksanaan pilkada di masa pandemi. Tapi mungkin tantangan ini dapat menjadi peluang yaitu adu gagasan dan kemudian adu kemampuan,” sebut Tito.

“Dari 270 kepala daerah ini perkirakan 220 incumbent akan ikut bertanding sehingga masalah penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya ini kan menjadi pertarungan oleh para kandidat, termasuk nonpetahanan juga bisa mencari celah untuk kontestasi tentang keberhasilan atau ketidakberhasilan dari petahana,” imbuhnya.

Apabila penanganan Corona menjadi isu sentral, mantan Kapolri itu menuturkan, para kepala daerah yang menjadi calon dalam Pilkada 2020 akan berusaha menurunkan angka penularan Corona di daerahnya. Sebab, kalau angka penularan Corona tidak bisa ditekan, kata Tito, bisa saja isu tersebut yang digaungkan oleh kandidat pesaingnya.

“Kami kira, kalau kita bisa setting sedemikian rupa isunya menjadi isu sentralnya Covid-19 dan dampak sosial-ekonominya, justru dengan adanya pilkada ini para kepala daerah akan bekerja keras untuk melandaikan kurva di daerah masing-masing,” tutur Tito.

“Karena kalau meningkat menjadi merah, itu akan menjadi pertaruhan bagi mereka, sehingga ada peluang bagi kita pilkada ini menjadi peluang untuk menurunkan, memaksa atau mendesak para pimpinan, para semua pihak untuk menurunkan kurva penularan,” sambung dia.

Sebelumnya, Pilkada 2020 diputuskan akan digelar pada 9 Desember 2020 ini. Penyelenggaraannya akan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Corona.

“Protokol new normal di TPS. Nah, ini khusus yang untuk di TPS, menggunakan masker sejak dari rumah. KPU juga menganggarkan penyediaan masker bagi pemilih, mencuci tangan dengan sabun cair pada tempat yang disiapkan. Jadi di setiap TPS itu ada gentong berisi air dan sabun cair. Dilarang bersalaman, dilarang berdekatan di antara pemilih,” kata Ketua KPU Arief Budiman dalam diskusi daring, Kamis (11/6). (adm3/dtc)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts