Mayat Mr X di Sungai Kemang Ternyata Bernama Abdullah Fatoni

Senin, 6 Maret 2017
Jasad Abdullah Fatoni dijemput keluarga dari RS Bhayangkara.

Palembang, Sumselupdate.com – Setelah sembilan hari berada di kamar mayat RS Bhayangkara Palembang, akhirnya identitas Mr X yang tewas tenggelam di Sungai Kemang, Jalur 6, Kecamatan Saleh Upang, Kabupaten Banyuasin tersebut dapat diungkap.

Setelah ditemukan pada Minggu (26/2) lalu, jasad pria tak dikenali identitasnya tersebut dititipkan di Laboratorium Forensik RS Bhayangkara.

Read More

Kemudian setelah diketahui identitasnya, atas nama Abdullah Fatoni (62), warga Jalan Ali Gatmir, Kelurahan 11 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I itu dijemput keluarganya, Senin (6/3/2017).

Rencananya jasad Abdullah yang semasa hidup berprofesi sebagai pedagang tata rias pengantin di Pasar 16 ini akan dibawa ke kampung halamannya di Tanjung Raja, Kabupaten OKI, untuk dikebumikan.

Zaki (25), putra kedua korban mengatakan, selama menghilang keluarga telah berusaha mencari dan akhirnya mendatangi kamar jenazah, setelah melihat di berita media serta menyamakan ciri-ciri dari pakaian kemeja lengan panjang coklat, celana jeans panjang coklat, usia sekitar 50 tahunan.

“Kami masih antara yakin dan ragu, tapi seperti mendekati. Makanya kami hari ini datang untuk memastikan,” sebut Zaki.

Ia pun merasa semakin yakin, saat datang ke forensik, selain pakaian yang dikenakan, juga diperkuat dengan adanya ciri bawaan, yakni tahi lalat. “Tidak ada masalah sebelum kejadian, kami juga tidak ada firasat,” ujarnya.

Dikatakannya, malam sebelum tenggelam, ia menjelaskan, Abdullah pergi dengan mengendarai becak ke arah Ampera. “Tapi tidak ketemu, waktu dicari ke sana, sampai hari ini baru ketahuan,” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Dokter Kesehatan Kombes Pol dr Susilo P menerangkan jasad korban tersebut atas nama Abdullah Fatoni, tanda pertama secara primer, seperti sidik jari, tahi lalat, jenis kelamin, usia dan tinggi badan.

“Secara fisik korban diduga tewas karena tenggalam dan tidak ditemukan tanda kekerasan, seperti luka lebam dan pihak keluarga tidak bersedia jenazah diotopsi,” terangnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts