Masuk ke Pemukiman Warga di Pagaralam, Beruang Sudah Memangsa Hewan Ternak

Ilustrasi

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Dalam empat hari terakhir suasana Dusun Belumai, Kelurahan Ulu Rurah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan (Sumsel) mencekam.

Read More

Hal ini dikarenakan kawasan di dusun tersebut belakangan kerap didatangi oleh binatang buas yakni beruang.

Bahkan, sejak memasuki permukiman warga, banyak hewan ternak milik warga dimangsa. Diketahui sudah lima ekor ayam milik warga dimangsa hewan buas tersebut.

Serangan hewan nokturnal yang aktif dimalam hari ini dibenarkan warga di lingkungan RT 09 RW 03 Dusun Belumai. Karena beberapa kandang unggas warga sempat dirusak oleh beruang.

Frengki, warga setempat mengatakan, sudah ada warga menyaksikan keberadaan hewan buas masuk ke permukiman,

“Serangan hewan buas ini terjadi pada malam hari,” katanya, Rabu (12/1/2022).

Ia mengungkapkan setelah melihat beberapa ekor ayam dan telur ayam yang habis, warga langsung melaporkan kejadian ke personel Polhut yang ada di Kota Pagaralam.

“Laporan langsung ditindaklanjuti, personel Polhut datang dan langsung memasang perangkap dengan umpan buah buahan juga memasang kamera trap di tiga titik lokasi,” ungkapnya.

Ditambahkan Feldi, personel Polhut Resort Sumur BKSDA Lahat mengatakan, dirinya membenarkan adanya laporan serangan hewan buas jenis beruang.

“Sudah kita tindak lanjuti dengan menempatkan pesonel di lokasi sejak tiga hari lalu, saat ini kita sudah ganti shift jaga untuk memonitor perkembangan situasi disana,” terangnya.

Tak hanya itu, petugas BKSDA sudah memasang perangkap di satu titik. Selain itu, personel memasang kamera di tiga lokasi untuk mengetahui keberadaan hewan buas yang dari laporan warga sudah memangsa ternak unggas.

“Sejauh ini belum kita pastikan jenis hewan buas apa, apakah itu beruang madu atau hewan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono, SIK didampingi Kapolsek Pagaralam Selatan Iptu Akhiruddin melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Ulu Rurah Aipda Niko Giarta mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari masyarakat, perihal adanya hewan buas jenis beruang di perkebunan masyarakat.

“Mendapatkan laporan tersebut, kita langsung terjun ke lokasi untuk mengecek tempat kejadian perkara yang dilaporkan warga tersebut. Bahkan, beberapa hari ini kita terus melakukan patroli di lokasi yang dimaksud, selaim itu juga pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA karena beruang merupakan hewan yang dilindungi,” pungkasnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.