Masih di Bawah Umur, Disdik Palembang Larang Siswa Ikut Demo

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto.

Palembang, Sumselupdate.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 421.3/ /SE/DISDIK/2020 tentang Larangan Mengikuti Demonstrasi Penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Hal tersebut lantaran siswa SD dan SMP masih di bawah umur dan fokus Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, pihaknya memperhatikan perkembangan kondisi unjuk rasa /demontrasi penolakan UU Cipta Kerja yang dilakukan oleh masyarakat/mahasiswa serta oknum pelajar, yang telah menjurus kepada perilaku anarkis.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak mematikan hak demokrasi, silakan kemukakan pendapat, tapi untuk anak SD dan SMP masih di bawah umur,” katanya Senin (12/10/2020).

Zulinto mengatakan, saat ini siswa difokuskan untuk PJJ dan pengajar juga tenaga kependidikan diharapkan fokus mengajar. “Ini dilihat dari sudut pendidikan, maka siswa harus tetap belajar, jangan ikut demo, kalau sudah dewasa ya boleh, mereka masih di bawah umur,” katanya.

Ia mengatakan, Kepala Sekolah PAUD/TK/SD/SMP Negeri/Swasta, wajib menciptakan ketenangan di sekolahnya masing masing.

Selain itu, lanjutnya, wajib pula memantau kegiatan proses belajar mengajar secara daring (online) ataupun offline yang dilaksanakan oleh guru dan siswa.

“Kepala sekolah berkoordinasi dengan orangtua/wali murid untuk menjaga putra-putrinya, agar tidak terprovokasi mengikuti aksi demontrasi,” terang Zulinto.

Selain itu, ia menegaskan Kepala Sekolah, guru dan orangtua, siswa untuk mengikuti aksi demontrasi bersama-sama oknum tak bertanggung jawab, yang akan mengganggu kesehatan dan keselamatan di era pandemik.

“Pihak sekolah dapat memberikan sanksi hukuman kepada guru dan siswa yang melakukan unjuk rasa demontrasi,” katanya. (Iya)

 

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.