Lanjutan Praperadilan MOS SMA Taruna Indonesia, Saksi Sebut tak Ada Penganiayaan

Suasana sidang praperadilan dugaan kekerasan MOS SMA Taruna Indonesia

Palembang, sumselupdate.com – Sidang praperadilan kasus penganiayaan yang menewaskan Delwyn, siswa SMA Taruna Indonesia saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (5/8/2019).

Kali ini pihak pemohon praperadilan, tersangka Obby Frisman Arkataku melalui kuasa hukumnya, Suwito Winoto menghadirkan tiga orang saksi, yakni para siswa SMA Taruna Indonesia dan saat kejadian berada di lokasi serta merupakan rekan korban.

Bacaan Lainnya

Dalam persidangan di hadapan hakim praperadilan, Yosdi, umumnya para saksi menyebut bahwa tongkat rotan yang digunakan tersangka hanya untuk merapikan barisan. Kendati disebutkan ada pemukulan terhadap korban oleh Obby, namun hanya pada bagian bokong dan dianggap tidak menyebabkan kematian.

“Saat kegiatan berjalan kaki dari pesantren di Talang Jambe, dalam perjalanan kami mendapat kesempatan istrirahat minum. Korban sempat menanyakan obat dengan saya, tapi kata kak Yoga (senior) nanti akan diberikan, kemudian kami melanjutkan perjalanan,” kata saksi Ihsan.

Setelah kembali berjalan kaki, Ihsan melanjutkan, korban berada jauh di belakang dirinya dan setelah berada di belakang sekolah, ia melihat Delwyn ditarik dari atas tumpukan seng, tapi setelah itu dirinya langsung turun menyeberangi sungai ke belakang sekolah.

“Setelah saya turun ke sungai sempat mendengar teriakan minta tolong, tapi saya tidak melihat karena gelap dan waktu dari pesantren hanya ada sekitar 10 orang panitia dari sekolah, tidak ada pihak lain,” tuturnya.

Setelah pemeriksaan ketiga saksi, hakim praperadilan menunda persidangan dan kembali akan dilanjutkan besok dengan agenda kesimpulan dari kedua pihak dan rencananya putusan praperadilan akan dilakukan pada Rabu (7/8/2019).

Usai persidangan, kuasa hukum pemohon praperadilan, Suwito memastikan bahwa dari keterangan ketiga saksi tidak ada aksi pemukulan oleh Obby yang mengakibatkan kematian terhadap korban, sehingga pihaknya meyakini bahwa Obby tidak bersalah dan berharap hakim dapat memutus perkara ini seadil-adilnya.

“Ketiga saksi yang dihadirkan ini adalah mereka yang melihat, mendengar dan berada di tempat kejadian. Dari persidangan tadi sudah jelas bahwa tidak ada pemukulan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelas Suwito.

Menurut Suwito, dalam persidangan kali ini pihaknya juga sudah menyerahkan bukti-bukti surat dan dalam hal ini bukti permulaan untuk penetapan tersangka tidak cukup serta surat penangkapan dan penahanan yang diberikan tiga hari setelahnya.

“Kami sampai sekarang tidak pernah menerima surat penetapan tersangka dari penyidik, baru tahu tadi saat penyerahan bukti di persidangan. Sehingga besar harapan kami, agar hakim memutus perkara ini sesuai hati nurani,” tandasnya. (tra)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.