Lakukan Pelanggaran, 7.982 Kendaraan di Palembang Terekam ETLE

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com Direktorat lalu lintas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan sudah 7.982 pelanggaran dalam berkendara yang terekam pada kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terpasang di sembilan titik ruas jalan di Kota Palembang.

Read More

Diketahui sembilan titik lokasi yang dipasang kamera ETLE yakni di Simpang Empat RS Charitas depan Pos Lantas dan di Simpang Jalan A Yani Seberang Ulu 2.

Kemudian di Jalan Kol H Burlian Km-9 (depan PT Trakindo), Jalan R Soekamto (depan Hotel Novotel), Jalan Jenderal Sudirman Km-3,5 (samping SPBU Taman Makam Pahlawan).

Jalan Jenderal Sudirman (depan RM Sederhana Cinde), Jalan A Yani depan dealer Honda, Jl KH Wahid Hasyim SU-1 (depan Panca Motor) dan di Jalan GHA Bastari Jakabaring.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama menerangkan per hari menangkap 50 capture pelanggaran dari kamera ETLE yang terpasang.

Di mana per hari itu suratnya akan langsung diterima oleh pemilik kendaraan yang diantar melalui kurir kantor Pos.

“Per hari kurang lebih 50 surat yang diberikan kepada pelanggar di rumahnya, setelah mendapatkan surat itu penerima surat wajib datang sebelum delapan hari surat tersebut diberikan untuk mengkonfirmasi bahwa benarkah kendaraan tersebut miliknya dan mengakui perbuatannya di porn ofice Dit Lantas Polda Sumsel,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Pratama, Kamis (6/1/2022).

Kombes Pol Pratama menjelaskan, apabila pelanggar tidak datang setelah delapan hari diberikan surat konfirmasi, maka kendaraan pelanggar tersebut akan diblokir.

“Jadi untuk saat ini hanya tahap sosialisasi. Bagi pelanggar yang mendapat surat agar segera datang untuk meng-konfirmasi, misalkan apakah benar kendaraan itu miliknya atau kendaraannya sedang dipinjam orang lain hingga kedapatan melanggar seperti tidak memakai helm, melawan arus, tidak menggunakan sabuk pengaman dan lain-lain,” jelasnya.

Ditanyai kapan penerapan sangsi tilang ETLE diberlakukan, Kombes Pol Prarama menjelaskan terlebih dahulu pihaknya akan berkordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan.

“Kita akan kordinasikan dulu, untuk jumlah denda maksimalnya berapa,” ungkapnya.

Tidak hanya melalui kamera ETLE, Kombes Pol Pratama mengatakan petugas di lapangan juga bisa melalukan penindakan seperti tilang apabila mendapati pelanggar di jalanan.

“Apabila anggota dilapangan melihat adanya pelanggaran, anggota bisa langsung melakukan penilangan,” tutupnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.