Kuasa Hukum Suhandy Ungkap Kliennya Tidak Ada Kaitan dengan Bupati Muba DRA

Suasana sidang virtual.

Palembang, Sumselupdate.com – Dalam fakta persidangan terungkap salah satu saksi yang dihadirkan JPU KPK, Staf Ahli Bupati Muba, Bidang Keuangan, Badruzzaman, untuk sebagai saksi terdakwa Suhandy penyuap bupati Muba.

Dari keterangan, saksi Badruzzaman diketahui dirinya mendapat dua proyek dari Bupati Muba, yang diserahkannya kepada dua rekannya, sehingga Staf Ahli Bupati Muba tersebut mendapat imbalan sebesar Rp. 480.000.000.

Read More

Dari pengakuannya di dalam sidang, uang tersebut telah diserahkannya pada penyidik KPK.

“Uang itu saya dapat dari dua proyek yang saya terima. Namun uang itu sudah saya kembalikan ke penyidik,” ujarnya.

Sementara itu ditemui usai sidang, kuasa hukum terdakwa Suhandy, Titis Rachmawati, SH, MH, mengatakan dalam perkara ini Suhandy didakwa seolah-oleh memberikan janji pada pihak pegawai negeri.

Dikatakan oleh Titis, jika dilihat dari fakta persidangan, maka di tahun 2021 tidak ada dana atau uang yang diperuntukkan Bupati Muba, Dodi Reza.

Melainkan adanya uang Deposit ditahun 2020 yang diberikan pada Herman Mayori melalui Edy Umari.

“Maka jelas jika klien kami Suhandy ini tidak ada kaitannya langsung dengan Bupati Muba. Terkait proyek klien kami ini, hubungannya hanya pada Herman Mayori dan Edy Umari,” ujarnya.

Menurutnya, tersangka Herman Mayori dan Edy Umari inilah yang menjanjikan pada terdakwa Suhandy akan memenangkan proyek di PUPR, dengan alasan atau modus meminjam uang, yang nantinya akan dibayar dengan proyek yang akan didapat oleh Suhandy.

Masih dikatakan oleh Titis bahwasanya, untuk memenangkan proyek di Dinas PUPR, Herman Mayori memerintahkan Suhandy untuk deposit uang terlebih dahulu.

Yang mana deposit tersebut telah diselesaikan oleh Suhandy di bulan Maret 2020. Sedangkan Terdakwa Suhandy baru dikenalkan ke Bupati Muba di Januari 2021.

“Artinya bisa saja Herman Mayori buat-buat omongan mengatas namakan Bupati Muba, kalau mau dapat proyek harus deposit dulu. Padahal bisa saja bapak Bupati saat itu tidak mengatakan seperti itu,” jelasnya.

Dikonfirmasi JPU KPK, Ihsan mengatakan jika pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu terkait uang yang diterima oleh staf ahli tersebut.

“Terkait pengembalian uang dari saksi Acan akan kita pelajari dulu. Saat ini kita fokus pada perkara Suhandy,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.