Sekayu, Sumselupdate.com – Perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan sekolah, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kesejahteraan guru swasta menjadi aspirasi utama masyarakat Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, dalam Reses Masa Persidangan VI Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bangun Sari itu merupakan bagian dari agenda reses anggota DPRD Sumsel Daerah Pemilihan (Dapil) IX Kabupaten Musi Banyuasin yang dilaksanakan pada 3–10 Juli 2026.
Reses dihadiri anggota DPRD Sumsel Alwis Gani (Fraksi Partai Gerindra), Abusari (Fraksi NasDem), H. Tamrin (Fraksi Partai Golkar), Susy Imelda Frederika (Fraksi PDI Perjuangan), M. Hasan Haikal (Fraksi Partai Kebangkitan Nusantara), dan Andi Rizkiyansyah (Fraksi Partai Golkar).
Turut hadir Kepala Desa Bangun Sari Umar Hasan, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus PKK, Karang Taruna, ibu-ibu pengajian, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Dalam dialog bersama para legislator, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan prioritas, di antaranya pengecoran jalan poros Desa Bangun Sari, bantuan bibit kelapa sawit untuk petani, pembangunan fasilitas pendidikan, serta peningkatan layanan air bersih.
Selain itu, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada anggota DPRD Sumsel.
Suratman, salah seorang warga, mengusulkan bantuan pembangunan dan fasilitas musala di Desa Bangun Sari serta pemberian tunjangan bagi marbot.
Sementara itu, guru swasta bernama Eni berharap adanya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik swasta.
Ia meminta bantuan agar insentif guru swasta yang telah tertunda selama sekitar 18 bulan dapat segera dicairkan. Selain itu, ia juga mengusulkan agar guru swasta memperoleh kesempatan diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta bantuan fasilitas untuk TK A di Desa Bangun Sari.
Anggota DPRD Sumsel menyatakan seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta skala prioritas melalui pembahasan program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan sekaligus memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya di Kabupaten Musi Banyuasin.
(**)











